JAKARTA - Kepala Sub Bidang Informasi Meteorologi BMKG, Hary T Djatmiko mengatakan, kabut asap yang menyelimuti langit Jakarta tidak berbahaya dan tidak sampai menganggu aktivitas warga.
Menurut pantauan BMKG, kabut asap tersebut berada di ketinggian 3.000 meter di atas langit Jakarta. Dengan demikian tak menyentuh permukaan udara Ibu Kota.
"Itu hari 3.000 meter itu hanya hari Jumat, hari Sabtu ke wilayah barat Selat Sunda dan wilayah Sumatera, hari Minggu relatif hampir sama. Kalau yang dimaksud masuk di permukaan, tidak masuk di permukaan bumi wilayah itu," kata Hary di Kantor BPBD, Kompleks Balai Kota Jakarta, Senin (26/10/2015).
Hary pun menambahkan, hal tersebut merupakan fenomena yang biasa terjadi. Penyebabnya, tekanan udara yang seharusnya panas di bawah dan dingin di atas, sehingga udara bisa menguap secara normal.
Namun, sambung dia, dalam kasus yang terjadi pada Jumat lalu, tekanan udara di bawah lebih dingin daripada di atas. Sehingga udara tertahan dan kemudian membentuk sesuatu yang terlihat seperti kabut asap.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.