SOLO – Ketua The Islamic Study and Action Center (ISAC) HM Kurniawan meminta Mabes Polri merilis secara rinci soal baku tembak aparat dengan teroris di Poso yang terjadi pada Minggu 28 Februari 2016. Baku tembak itu terjadi dengan kelompok Santoso di Desa Sanginora, Kecamatan Poso Pesisir Selatan (PPS).
Pasca-peristiwa itu, ISAC mendapat kabar satu anak buah kelompok Santoso bernama Ponda Amar Solikhin bin Joko Tri Priyanto alias Joko Jihat, tewas. Bahkan foto yang diduga Ponda pun beredar di Solo.
Oleh karena itu, Kurniawan meminta Mabes Polri memberikan keterangan resmi secara rinci terkait pengejaran teroris di Poso dan juga peredaran foto yang tersebar di Solo.
"ISAC berharap institusi Polri bisa menjelaskan secara resmi tentang insiden di Poso dan beredarnya foto korban di Solo," ujarnya.
(Abu Sahma Pane)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.