MEDAN - Polresta Medan punya cara unik untuk menghukum para preman yang berkedok sebagai juru parkir di sejumlah pasar di Medan. Hukuman yang diberikan bukan semata hukuman fisik, tapi juga hukuman psikologis yang bisa membuat para preman itu tak kembali orang yang sok berkuasa di wilayahnya.
Kapolresta Medan Kombes Pol Mardiaz Kusin Dwihananto menjelaskan, hukuman yang akan diberikan adalah hukuman membersihkan kawasan pasar tempat di mana para preman berkedok juru parkir ini diamankan. Di antaranya Pasar Sei Sikambing, Pasar Sunggal dan sejumlah pasar lainnya di Medan.
"Ya hukuman fisiknya yakni membersihkan pasar. Saat bersih-bersih itu mereka juga akan kita paksa meminta maaf pada para pedagang dan warga sekitar yang selama ini menjadi korban mereka. Mereka akan diawasi penuh oleh Kasat Sabhara kita Kompol Siswandi," paparnya.
Selain memaksa para preman untuk meminta maaf, hukuman psikologis lainnya adalah para preman yang membersihkan pasar itu akan diberi kaos yang bertuliskan ‘Aku Tobat Enggak Mau Jadi Preman Lagi Mak’.
"Kita akan buat mereka kehilangan muka di depan warga dan pedagang yang selama ini jadi korban-korban mereka. Sehingga mereka jera. Ini juga sekaligus membangun kepercayaan diri di masyarakat untuk berani mengatakan tidak pada aksi premanisme," pungkas dia.
(Rachmat Fahzry)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.