INDRAMAYU - Ratusan buruh yang tergabung dalam Serikat Buruh Mitra Kerja (SBMK) Balongan, Serikat Buruh Migas LPJ dan SPM Dwikora Balongan melakukan konvoi dan aksi unjuk rasa.
Konvoi dimulai dari RU VI Balongan, DPRD Indramayu, BPJS Kesehatan Indramayu dan Kantor Dinas Sosial, Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Indramayu.
Ketua Serikat Buruh Mitra Kerja Balongan, Suteja mengatakan, aksi konvoi dan unjuk rasa ini sebagai aksi pra kondisi Hari Buruh (May Day) mendatang.
Dalam aksi tersebut, pihaknya menyuarakan sejumlah tuntutan, diantaranya hapus sistem kerja kontrak dan outsourcing, tolak upah murah, berlakukan upah layak nasional, stop Pemutuhan Hubungan Kerja (PHK) sepihak, laksanakan hak buruh perempuan dan lindungi buruh migran Indonesia, tangkap dan adili pengusaha nakal, jaminan sosial bukan asuransi sosial, turunkan harga BBM dan barang pokok, pendidikan dan kesehatan gratis untuk rakyat dan tolak privatisasi.
"Mengenai persoalan upah, pada bulan Februari 2016 lalu sudah disepakati mengalami kenaikan 11 persen yakni sebesar Rp2.600.000 yang sebelumnya hanya Rp2.328.000," kata dia, Senin (18/4/2016).
Selain, sejumlah tuntutan itu, pihaknya juga mengeluhkan mengenai BPJS Ketenagakerjaan yang seharusnya didapatkan mereka, ia mengaku sebanyak 30 persen pengusaha di Indramayu tidak mendaftarkan para buruh kepada BPJS Ketenagakerjaan.
"Kami akan terus melakukan aksi hingga tuntutan-tuntutan kami direalisasikan" tegas Suteja.
(Fransiskus Dasa Saputra)