Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Tanggapi Simposium 1965, Menko Polhukam: Cari Kuburan Massalnya!

Marieska Harya Virdhani , Jurnalis-Kamis, 21 April 2016 |00:40 WIB
  Tanggapi Simposium 1965, Menko Polhukam: Cari Kuburan Massalnya!
Menkopolhukam, Luhut Binsar Panjaitan (Foto: Okezone)
A
A
A

DEPOK - Simposium Nasional 1965 di Hotel Arya Duta diklaim oleh Menko Polhukam, Luhut Binsar Panjaitan berjalan sukses. Ia meminta seluruh pihak yang memiliki petunjuk alat bukti soal ribuan nyawa yang terbunuh pada masa lampu untuk dapat dibuktikan.

"Simposium 65, berjalan dengan sangat baik semua membicarakan dengan jelas. Sikap pemerintah kita itu ingin menyelesaikan masalah ini dengan baik, ada yang ribut soal yudisial non yudisial, kalau tak ada alat bukti yang bisa membuktikan kenapa mesti ribut,” tegas Luhut di Kampus Universitas Indonesia (UI) Depok, Rabu (20/4/2016).

 (Baca juga: Simposium Nasional Resmi Ditutup, Ini Permintaan Anak DN Aidit)

Luhut mengakui, ada korban pada saat tahun 1965, namun jumlahnya tidak bombastis seperti yang disebutkan. Ia meminta siapapun yang memiliki data jumlah korban untuk menunjukkan kuburan massalnya.

“Bahwa ada yang meninggal pada tahun 65 memang iya, tapi jumlahnya tidak seperti yang disebutkan sampai 400 ribu atau jutaan. Tidak ada alat bukti sedikitpun yang mengarah kesitu. Saya malah minta kalau bisa berikan buktinya, gali kuburan massalnya, jadi jangan hanya wacana saja,” tukasnya.

Saat ditanya soal desakan kepada keluarga korban, Luhut juga bertanya kepada korban yang mana pemerintah harus sampaikan maaf.

“Minta maaf ke keluarga korban yang mana? Ya korban yang mana, silahkan kalau ada yang mengatakan sampai sekian ribu. Kuburan dimana kan mesti ada kuburan massal,” jelasnya.

Pihaknya akan mempelajari hasil simposium terkait rekonsiliasi dan rehabilitasi. Namun ia juga meminta agar permasalahan ini diselesaikan di peradilan dalam negeri, tidak perlu sampai ke luar negeri.

“Nanti kita pelajari kan kita belum terima. Jika ada kuburan massalnya, minggu depan saya siapkan pergi kesana. Bangsa ini saya minta, jangan bangsa ini diadili oleh orang lain. Adili dalam negeri, ngapain ke Den Hag,” tandasnya.

(Awaludin)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement