JAKARTA – Iran dan sekutunya dilaporkan menyerang setidaknya 16 situs militer Amerika Serikat (AS) di delapan negara di Timur Tengah dalam konflik militer terbaru. Serangan tersebut menyebabkan beberapa di antaranya "hampir tidak dapat digunakan," menurut laporan CNN yang mengutip beberapa sumber.
Laporan yang dirilis pada Jumat (1/5/2026) tersebut didasarkan pada puluhan citra satelit dan wawancara dengan sumber-sumber dari AS serta negara-negara Teluk Arab. Fasilitas yang terkena dampak merupakan "mayoritas posisi militer AS" di wilayah tersebut.
"Ada berbagai macam penilaian," kata salah satu sumber sebagaimana dilansir Anadolu. "Mulai dari sisi yang cukup dramatis, yaitu seluruh fasilitas hancur dan perlu ditutup, hingga para pemimpin yang mengatakan bahwa fasilitas tersebut layak diperbaiki karena manfaat strategis yang diberikannya kepada AS."
Citra satelit menunjukkan bahwa target utama Teheran mencakup sistem radar canggih, sistem komunikasi, dan pesawat terbang. Banyak dari aset tersebut bernilai mahal dan sulit untuk diganti dalam waktu singkat.
“Patut dicatat bahwa mereka benar-benar mengidentifikasi fasilitas-fasilitas tersebut sebagai target yang paling 'hemat biaya' untuk diserang,” kata sumber tersebut. “Sistem radar kami adalah yang paling mahal, sementara sumber daya kami sangat terbatas di kawasan ini.”
Pada Rabu (29/4/2026), pengawas keuangan Pentagon, Jules “Jay” Hurst III, mengatakan kepada anggota parlemen bahwa perang dengan Iran telah menelan biaya sekitar USD25 miliar (Rp407 triliun) bagi AS sejauh ini. Namun, sebuah sumber kemudian mengungkapkan kepada CNN bahwa angka sebenarnya kemungkinan lebih mendekati USD40-50 miliar (Rp652-Rp815 triliun).
Saat ini, perang tengah dihentikan dan upaya untuk mengakhirinya secara permanen terus berlanjut. Presiden AS Donald Trump pada Jumat menyatakan, “Iran tidak memberikan kesepakatan yang seharusnya kita miliki.”
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.