YOGYAKARTA – Gempa Bumi 27 Mei 2006 merupakan peristiwa gempa bumi tektonik kuat yang mengguncang wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah pada 27 Mei 2006.
Gempat terjadi sekira pukul 05.55 WIB selama 57 detik. Gempa bumi yang terjadi hampir 10 tahun lalu ini berkekuatan 5,9 pada Skala Richter (SR). Terbilang rendah jika dibandingkan gempa di Aceh atau Mentawai, beberapa tahun sebelumnya. Namun, gempa ini mengakibatkan 6.234 orang meregang nyawa.
Gempa ini menyebabkan banyak bangunan, baik rumah pribadi, sarana pendidikan maupun gedung perkantoran rata dengan tanah. Instalasi listrik dan komunikasi juga terputus untuk beberapa hari.
Gempa bumi juga mengakibatkan Bandara Adi Sutjipto ditutup sehubungan dengan gangguan komunikasi, kerusakan bangunan dan keretakan pada landas pacu, sehingga untuk sementara transportasi udara dialihkan ke Bandara Achmad Yani Semarang dan Bandara Adisumarmo Solo.
Tidak hanya itu, beberapa situs purbakala seperti Candi Prambanan juga mengalami kerusakan yang cukup parah, bahkan harus ditutup sementara untuk diteliti lagi tingkat kerusakannya. Kerusakan yang dialami Candi Prambanan kebanyakan terjadi karena runtuhnya bagian-bagian gunungan candi dan rusaknya beberapa batuan yang menyusun candi
Bahkan, makam raja-raja di Imogiri juga mengalami kerusakan yang cukup parah. Beberapa kuburan di Imogiri amblas, lantai-lantai retak dan amblas, sebagian tembok dan bangunan makam yang runtuh, juga hiasan-hiasan seperti keramik yang pecah. Bahkan, Bangsal Trajumas yang menjadi simbol keadilan juga ikut ambruk.
(Fransiskus Dasa Saputra)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.