Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Drama Penyanderaan di Kafe Bangladesh, 10 Orang Berhasil Diselamatkan

Silviana Dharma , Jurnalis-Sabtu, 02 Juli 2016 |12:29 WIB
Drama Penyanderaan di Kafe Bangladesh, 10 Orang Berhasil Diselamatkan
Polisi bebaskan 10 sandera di kafe di Dhaka, Bangladesh. (Foto: AFP)
A
A
A

DHAKA – Drama penyanderaan puluhan warga asing di Kafe Holey Artisan Bakery, Dhaka, Bangladesh masih berlangsung. Ratusan polisi sudah bergerak ke lokasi sejak Jumat 1 Juli 2016. Baku tembak untuk membebaskan para sandera pun sempat terjadi pada Sabtu 2 Juli dini hari waktu setempat.

Berdasarkan laporan CNN, Sabtu (2/6/2016), Wakil Sekretaris Kabinet Jepang, Koichi Hagiuda, dalam konferensi pers di Jepang menyatakan, operasi pembebasan tersebut sudah berhasil membawa keluar sedikitnya 12 orang.

Mengenai ada tidaknya orang Jepang yang ikut dibebaskan, Koichi mengaku belum bisa memastikan. Namun dilansir dari The Hindu, pada pukul 8.20 waktu Bangladesh, baru 10 orang yang berhasil dikeluarkan dan dua di antaranya adalah warga negara non-Bangladesh.

Selama upaya penyelamatan, yang sudah berlangsung lebih dari 10 jam, sejumlah saksi mata menuturkan, tidak henti-hentinya mendengar suara letusan senjata api. Sedikitnya dua polisi sudah menjadi korban tewas dan lebih dari 26 orang terluka.

Kelompok militan ISIS mengaku mendalangi serangan teror di negeri berpenduduk 160 juta jiwa dan didiami mayoritas umat Muslim tersebut. Namun begitu, intelijen Amerika Serikat menyebut, informasi itu belum bisa dikonfirmasi.

“Kami melihat klaim dari ISIS, bahwa mereka bertanggung jawab atas serangan di Dhaka. Akan tetapi, (klaim itu) belum bisa dikonfirmasi dan kami masih memilah informasi yang kami terima,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat, John Kirby, yang juga mendapat informasi bahwa ada keterlibatan Al Qaeda dalam insiden ini. Bukannya ISIS.

Menurut Badan Intelijen Independen SITE yang berbasis di Maryland, AS, diperkirakan ada 35 orang yang disandera oleh kelompok militan tersebut, termasuk 20 orang warga negara asing.

(Silviana Dharma)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement