JAKARTA - Petugas menemukan kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) kesehatan palsu di kawasan Koja, Jakarta Utara, Jumat (5/8/2016).
Menanggapi hal itu, Dewan Jaminan Sosial Republik Indonesia bersama Kasudin Kesehatan Jakarta Utara dan Kepala Puskesmas Koja malakukan peninjauan langsung ke Puskesmas Koja.
Anggota Dewan Jaminan Sosial, Zaenal Abidin mengatakan dalam peninjauan tersebut pihaknya menemukan 28 kartu BPJS kesehatan palsu dari 7 KK yang digunakan berobat di Puskesmas Kecamatan Koja.
"Kami mengecek kebenaran informasi tentang adanya pemalusan BPJS di Koja Jakut, setelah berdialog dengan Kepala BPJS dan kepala puskesmas ternyata di temukan dan kartunya sudah di fotocopy itu palsu," ujarnya di Puskesmas Koja.
Zaenal menuturkan, setelah menemukan pemalsuan kartu BPJS Kesehatan palsu itu pihaknya terus melakukan investigasi dan mendapati pembuat kartu BPJS kesehatan palsu itu dari seorang mantan ketua RT setempat.
"Memang sempat ada yang datang berobat ada satu orang namanya Suharjono dan istrinya, membawa kartu yang palsu setelah memasukan nomer di kartunya ternyata tidak terdaftar, jadi ketauan ada pemalsuan kartu," paparnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa kasus serupa pernah di temukan piaknya di Cimahi, Jawa Barat dan di wilayah Jakarta Barat. Menurutnya dengan melakukan pemalsuan kartu BPJS palsu tersebut pelaku dapat meraup keuntungan Rp80.000.
"Gak ada permainan dari BPJS karena disini saya lihat lebih rapih. Bahkan yang dapat kartu palsu sekarang sudah dapat bisa berobat dan didaftarkan kartu yang asli," pungkasnya.
(Susi Fatimah)