Kemudian, lanjutnya, sekitar tahun 2006 dirinya juga kembali mengalami hal yang sama. “Saya sakit panas setelah pulang ngurut, kemudian saya tidur dan kata istri saya badan saya dingin semua. Dipanggil mantra kerumah dan dinyatakan saya sudah tidak ada. Tetapi saat mau dimandikan saya terbangun karena merasa dingin,” jelas abah Saiman.
Lalu, kata dia, yang baru-baru ini sebelum bulan suci Ramadan 1437 Hijriah. Malah untuk kematian yang kali ini abah Saiman sudah dimandikan dan di kafani. Seluruh kerabat sudah berdatangan, sampai dengan pihak kecamatan dan kelurahan juga para tetangga.
“Dirumah sudah mulai masak untuk tahlilan malamnya, waktu itu hari Jumat, dan saya kembali terbangun namun dalam kondisi sudah dipakaikan kain kafan. Saya sempat melihat orang-orang disekeliling saya berlarian karena takut,” jelasnya kembali.
Sementara itu istri abah Saiman, mengatakan kalau pada saat kematian ketiga kemarin pihak keluarga sudah pasrah. “Abah cuma sakit, trus tidur. Tetapi sampai empat hari enggak bangun-bangun," tutur istri Abah Saiman.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.