Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Hacker Rusia Diduga Membajak Media-Media AS

Wikanto Arungbudoyo , Jurnalis-Rabu, 24 Agustus 2016 |06:50 WIB
<i>Hacker</i> Rusia Diduga Membajak Media-Media AS
Kantor pusat New York Times (Foto: Brendan McDermid/Reuters)
A
A
A

WASHINGTON – Media Amerika Serikat (AS), CNN, menduga Rusia meretas sejumlah media, termasuk New York Times. Aksi peretasan itu diyakini dilakukan oleh sekelompok hackers yang bekerja untuk badan intelijen Rusia.

FBI dan agen keamanan AS lainnya tengah menyelidiki pelanggaran siber yang dilakukan terhadap sejumlah reporter dan sejumlah media lainnya. Pelanggaran tersebut telah diketahui dalam beberapa bulan terakhir.

“Penyidik sejauh ini yakin badan intelijen Rusia berada di balik serangan tersebut. Kami juga yakin peretas-peretas asal Rusia menargetkan media-media sebagai bagian dari pembajakan berseri yang juga menimpa Partai Demokrat,” tutur sumber dari pemerintah AS, seperti dimuat Reuters, Rabu (24/8/2016).

Sayangnya, FBI menolak untuk mengomentari informasi tersebut. Demikian halnya Dinas Rahasia AS yang memiliki wewenang melindungi negara dari kejahatan siber. Bahkan, New York Times sebagai salah satu korban peretasan juga belum berkomentar.

Jika terbukti, maka pembajakan kepada New York Times adalah yang pertama kalinya terjadi yang dilakukan oleh hacker asing kepada media. Diduga, serangan dilakukan dengan target mengumpulkan informasi mengenai kebijakan-kebijakan AS atau untuk memata-matai para wartawan.

New York Times sendiri pernah dua kali menjadi sasaran pembajakan. Pada 2013, sekelompok pembajak bernama Syrian Electronic Army berusaha meretas New York Times dan sejumlah media lainnya. Hacker asal China juga pernah berusaha melakukan pembajakan pada tahun yang sama.

(Wikanto Arungbudoyo)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement