SULU – Enam militan Abu Sayyaf dilaporkan tewas di tangan militer Filipina. Di antara para militan yang tewas tersebut terdapat seorang pria yang ikut andil dalam pemenggalan dua warga Kanada.
Sebagaimana dilansir dari AFP, Sabtu (27/8/2016) juru bicara militer Filipina mengatakan,kematian enam militan itu merupakan buntut dari bentrok yang pecah antara tentara dengan 100 anggota Abu Sayyaf pada pada Jumat 26 Agustus. Tentara Filipina sendiri sudah mendapatkan perintah dari Presiden Rodrigo Duterte untuk menumpas militan Abu Sayyaf.
Operasi penumpasan Abu Sayyaf di Filipina semakin gencar usai kelompok ini memenggal dua turis asal Kanada. Selain kedua turis Kanada itu, Abu Sayyaf menculik dua orang lainnya di Pulau Samal pada September 2015.
“Kami berhasil mengambil jenazah-jenazah (enam militan yang tewas) tersebut. Salah satunya adalah pimpinan sub-kelompok di Abu Sayyaf yang terlibat pada penculikan di (pulau) Samal,” ujar juru bicara militer regional, Mayor Filemon Tan.
Sebelumnya, Duterte memang sudah bersumpah untuk menumpas Abu Sayyaf usai mendengar militan tersebut memenggal seorang warga Filipina berusia 19 tahun. Polisi menemukan kepala pemuda itu di Sulu.
(Emirald Julio)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.