JAKARTA - Tepat pada HUT RI ke-71, dua WNI memerdekakan dirinya dari penyanderaan kelompok Abu Sayyaf di Filipina. Di dua kesempatan berbeda, Muhammad Sofyan dan Ismail, berhasil lolos dari pengawasan penculiknya, Rabu 17 Agustus 2016.
Sambil menunggu kepulangan ke kampung halaman masing-masing, Sofyan dan Ismail ditampung di kantor otoritas Filipina. Kondisi kesehatan mereka juga diperiksa.
Setelah menunggu hampir dua minggu, keduanya dapat segera kembali berkumpul dengan keluarga mereka. Jumat 26 Agustus tengah malam, keduanya kembali menginjakkan kaki di tanah kelahirannya, Indonesia.
"Pada Sabtu 27 Agustus 2016 pukul 12.00 WIB Menlu RI atas nama Pemerintah telah melakukan serah terima keduanya kepada keluarga masing-masing. Keduanya berada dalam kondisi sehat," ujar Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir dalam pesan singkat kepada Okezone, Senin (29/8/2016).
Namun, proses serah terima tidak dilakukan secara terbuka sebagaimana kepada sandera Abu Sayyaf sebelumnya. Arrmanatha mengatakan hal itu merupakan permintaan langsung dari Muhammad Sofyan dan Ismail beserta keluarga masing-masing.
"Sofyan dan Ismail juga meminta kepada media agar mereka dan keluarga diberi privasi. Hal ini juga dilakukan untuk menjaga perasaan keluarga dari lima sandera Abu Sayyaf dari kapal Tugboat Charles lainnya yang belum dibebaskan," pungkas Tata -sapaan akrab Arrmanatha.
(Rifa Nadia Nurfuadah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.