KAYONG UTARA – Seekor lumba-lumba air tawar atau pesut ditemukan terdampar di Pantai Pulau Datok, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat, kemarin pagi.
Dedi Haryanto, warga pesisir pantai yang menemukan pesut itu menceritakan, awalnya ia mengira dari kejauhan adalah balok atau potongan kayu. Karena curiga, ia mencoba untuk memastikan lebih dekat. "Saya kira balok kayu, ternyata lumba-lumba," katanya, Kamis (15/9/2016) siang.
Dedi menjelaskan, pada saat ditemukan pesut masih hidup. Namun tak berdaya karena luka di bagian kepalanya cukup parah. Kurang lebih setengah jam setelah ditarik ke dataran pantai, kemudian pesut itu mati.
"Melihat kondisinya sudah mati, saya pun bersama warga lainnya sepakat untuk menguburnya. Saat dikuburkan, disaksikan oleh pihak kepolisian setempat," katanya.
Ia menuturkan bahwa luka pada pesut yang diperkirakan memiliki berat 50 kilogram ini diduga akibat tersayat pukat nelayan.
Kepala Resort Sukadana dan Cagar Alam Kepulauan Karimata, Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Barat Urai Iskandar mengatakan, pesut memang pernah terlihat dan terdeteksi di perairan Kayong Utara, tepatnya di Kepulauan Karimata.