XIAMEN – Topan terkuat tahun ini, Topan Meranti memakan sedikitnya 10 korban jiwa saat menyapu sebelah tenggara China pekan ini. Tim penyelamat dan petugas darurat masih menyisir jalanan yang tergenang banjir dan berusaha memulihkan aliran listrik ke jutaan rumah yang padam dihantam tiupan angin dahsyat.
Diwartakan Reuters, Jumat (16/9/2016), sedikitnya tujuh orang di Provinsi Fujian dan tiga orang di Provinsi Zhejiang, tewas akibat terjangan badai yang mulai mereda hari ini. Pemerintah dan media China melaporkan 11 orang masih dinyatakan hilang.
Lebih dari 330 ribu penduduk telah kembali ke rumah mereka masing-masing setelah terpaksa mengungsi dari terjangan topan yang terkuat yang melanda pantai China sejak 1949 itu. Foto-foto yang dilansir media pemerintah dan swasta memperlihatkan kerusakan yang terjadi di kota pelabuhan Xiamen tempat Meranti menyentuh daratan. Jalan-jalan tampak tergenang air, pohon-pohon roboh, dan mobil-mobil hancur diterjang angin berkecepatan lebih dari 250 kilometer per jam.
Sementara itu penduduk Taiwan yang baru saja selesai menghadapi Topan Meranti harus kembali bersiap bertahan dari hantaman Topan Malakas yang akan datang disertai hujan lebat pada Sabtu ini. Sedikitnya satu warga Taiwan tewas dan 38 lainnya dilaporkan luka-luka akibat terjangan Meranti.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.