Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Sampah Antariksa di Sumenep adalah Sistem Pendingin Roket

Syaiful Islam , Jurnalis-Rabu, 28 September 2016 |16:39 WIB
Sampah Antariksa di Sumenep adalah Sistem Pendingin Roket
Sampah antariksa yang ditemukan di Sumenep (Foto: Syaiful Islam/Okezone)
A
A
A

SURABAYA - Tim Peneliti Pusat Antariksa Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) meneliti kandungan sampah antariksa yang jatuh di Kepulauan Gili Raja, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.

Peneliti Pusat Sains Antariksa LAPAN Rorom Priyatikanto, menyatakan bahwa berdasarkan hasil pengamatan dan pemeriksaan sampah antariksa di lokasi dan Mapolres Sumenep benda tersebut bukan merupakan tangki utama dari roket.

"Kalau dilihat dari strukturnya, ini kami perkirakan bukan merupakan tangki utama dari roket, ini sepertinya tangki untuk menyimpan helium," ungkap Rorom ditemui di Mapolres Sumenep, Rabu (28/9/2016).

Dijelaskan Rorom, helium tersebut bukanlah bahan bakar yang mudah bereaksi atau pun mudah meledak tetapi adalah sistem pendingin dari roket. Sementara benda hitam yang melilitnya adalah serat karbon.

"Ini adalah serat karbon yang sangat kuat di dalamnya tangki, kemudian dibebat luar biasa ketat supaya helium yang merupakan gas yang sangat ringan dan tidak bocor," imbuh Rorom.

Sementara itu, berdasarkan lintasan yang dipantau LAPAN sampah antariksa ini bersesuaian dengan satu roket yaitu roket Falcon 9, yang diluncurkan dari Amerika pada 14 Agustus 2016.

"Berdasarkan prediksi memang tanggal 26 September 2016 roket tersebut akan jatuh. Nah jatuhnya dimana dan kapan memang belum ada metode yang cukup akurat untuk memprediksi hal semacam itu," tegasnya.

(Ulung Tranggana)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement