MISSOURI – Debat Capres AS 2016 memasuki babak kedua. Hillary Clinton dan Donald Trump kembali berupaya meraih hati warga Amerika Serikat (AS) dengan memaparkan pemikiran mereka dalam debat berformat town hall di Washington University, Saint Louis, Missouri.
Debat dimulai dengan pertanyaan dari para penonton. Perilaku dan kepantasan keduanya untuk dipilih pada Selasa 8 November 2016 menjadi fokus utama. Seperti diduga, skandal video Donald Trump menjadi pertanyaan pembuka.
“Saya berpikir selama 48 jam. Saya tidak pernah setuju dengan orang-orang Republik. Saya semakin yakin bahwa Donald Trump tidak pantas menjadi presiden dan komandan militer tertinggi,” ujar Hillary Clinton dalam Debat Capres AS 2016 putaran kedua, Senin (10/10/2016).
Kandidat dari Partai Demokrat itu menyatakan Trump tidak hanya menyerang perempuan, tetapi juga kaum lainnya seperti Muslim Amerika, kaum difabel, dan pernyataan rasis mengenai Presiden Barack Obama. Donald Trump disebut Hillary punya utang maaf.
“Saya tidak bangga dengan video itu. Saya minta maaf. Saya punya respek yang besar terhadap perempuan dan orang-orang lainnya. Ingat, apa yang dilakukan Bill Clinton (suami Hillary) lebih parah. Ia sangat kasar terhadap perempuan. Hillary juga kejam dan bahkan harus membayar perempuan itu. Sangat memalukan. Hillary yang seharusnya punya utang maaf,” sebut Trump.
(Wikanto Arungbudoyo)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.