YOGYAKARTA - Rencana aksi umat Islam yang akan menggelar demo akbar di Jakarta, Jumat besok terkait ucapan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang dinilai menistakan Alquran, membuat banyak tokoh bangsa merasa cemas dan turun gunung mencoba meredam situasi.
Bahkan ulama garis keras, Ustadz Ja'far bin Umar Thalib turut memberikan pernyataannya untuk menenangkan situasi yang tengah terjadi saat ini.
Mantan Panglima Laskar Jihad Ahlus Sunnah Wal Jama'ah ini berpandangan, kemarahan umat Islam terhadap perkataan Ahok merupakan perkara kemestian agama. Namun, Ja'far menegaskan, hal itu bukan berarati kemarahan kepada Ahok bisa menjadi alasan bagi umat Islam untuk marah kepada Jakarta atau Indonesia.
Ja'far meminta agar kemarahan itu jangan sampai menjadi anarkis dengan merusak berbagai fasilitas umum yang ada di ibu kota atau fasilitas pribadi lain yang tidak ada kaitannya dengan perbuatan Ahok atau bahkan merusak kehidupan.
"Saya minta umat Islam untuk menahan diri, memberi kesempatan kepada aparat keamanan dan penegak hukum untuk mengambil tindakan terhadap dugaan perbuatan penistaan agama yang dilakukan oleh seorang Ahok,” tegasnya di Yogyakarta, seperti dikutip dari KRjogja, Kamis (3/11/2016).