Ja'far juga meminta umat Islam untuk menahan diri hingga mendapatkan kepastian, bahwa Indonesia tidak membolehkan dan mengizinkan penistaan agama terjadi, dalam hal ini agama Islam. Suasana damai yang selama ini sudah tercipta, kata dia, tetap harus dijaga dan jangan sampai dirusak sehingga terjadi perpecahan bangsa.
"Semua pihak mengerti, bahwa negara kita ini adalah tempat anak cucu kita bernaung menjalani kehidupan di dunia ini dan negara ini adalah tempat kita berkiprah untuk kepentingan agama atau pun kepentingan masyarakat secara luas. Itulah yang saya ingatkan, agar semua pihak benar-benar menjaga diri dari segala hasutan atau provokasi yang mengarah kepada upaya memperkeruh keadaan,” ujarnya.
Ja'far menegaskan, kumpulan massa yang bakal terjadi besok berpotensi untuk ditunggangi pihak-pihak yang tak bertanggungjawab. Karenanya pria berjanggut tebal itu mengingatkan agar umat Islam waspada kepada kemungkinan adanya penumpang gelap dalam aksi nanti.
"Saya mengimbau umat Islam sebaiknya berpikir ulang untuk tidak menjalankan rencananya berangkat ke Jakarta. Namun bagi mereka (yang sudah berangkat), saya minta agar bisa menjaga diri dari segala bentuk provokasi,” serunya.
(Rizka Diputra)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.