INDIANA – Seorang remaja laki-laki berumur 15 tahun di Indiana menderita leukimia. Dia lantas menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Anak Riley. Namun setelah berminggu-minggu dirawat, kesehatannya tak kunjung mengalami peningkatan.
Dokter dan juru rawat semakin bingung tatkala ia jadi sering muntah-muntah dan mengalami demam tinggi serta diare parah. Setelah diteliti, rupanya ada infeksi dalam darahnya. Akan tetapi, dokter kesulitan menjelaskan bagaimana infeksi itu bisa masuk ke saluran darahnya karena bakteri itu umumnya hanya ditemukan pada kotoran manusia.
Diwartakan Indy Star, Sabtu (26/11/2016), seorang perawat kemudian mengamati rekaman CCTV tempat anak itu menginap pada 17 November 2016. Dia melihat ibu pasien menyuntikkan sesuatu ke cairan infus putranya.
Dalam rekaman, tidak terlihat jelas zat apa yang disuntikkan Tiffany Alberts (41). Perawat pun mencoba menanyainya. Si ibu menjawab dia hanya menyuntikkan air untuk mendorong cairan infus itu turun ke selangnya.
Si suster yang tak percaya kemudian melaporkan kejadian ini ke pihak berwajib. Dalam proses interogasi, akhirnya Alberts mengaku telah menyuntikkan feses kepada putranya sendiri.
Dia berharap, cara itu bisa membuat anaknya dipindahkan ke ruang perawatan intensif yang lebih bagus di lantai atas. Kini, Alberts didakwa dengan sedikitnya tujuh pelanggaran berat. Sidangnya masih akan berlangsung pada 17 Januari mendatang.
Kini, ketika si ibu sudah dijauhkan, kondisi remaja itu mulai membaik. Dia mendapat perawatan intensif selama 18 hari. Dokter yang memeriksanya mengatakan, gara-gara infeksi itu kemoterapi pasiennya jadi tertunda selama 55 hari. Si ibu menurutnya telah melakukan tindakan yang sangat berbahaya karena berisiko membuat kanker putranya semakin parah.
(Silviana Dharma)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.