Dalam JIAEA volume IV halaman 252-347 dengan artikel bertajuk ‘The Ethnology of the Indian Archipelago’, pengacara sekaligus editor/wartawan asal Skotlandia, James Richardson Logan, menuliskan kali pertama kata ‘Indonesia’.
Kata yang awalnya dicetuskan koleganya, George Samuel Windsor Earl yang menuliskan kata ‘Indunesia’. “Mr Earl menyarankan istilah etnografi ‘Indunesian’, tapi saya lebih sula istilah geografis murni ‘Indonesia’ yang hanya sinonim untuk Pulau-Pulau Hindia atau Kepulauan Hindia,”.
Singkat cerita, nama ‘Indonesia’ kemudian baru populer di kalangan orang-orang Eropa, terutama Belanda, semenjak terbitnya buku ‘Indonesien oder die Inseln des Malayischen Archipel’ karya Adolf Bastian, antropolog Universitas Berlin, Jerman pada 1884.
Sedangkan di nusantara sendiri, pribumi yang pertama kali menggunakan sebutan ‘Indonesia’, tak lain dan tak bukan adalah Suwardi Suryaningrat atau yang biasa kita kenal sebagai Ki Hadjar Dewantara. Beliau mengenalkan penyebutan itu pada 1913 via pendirian biro pers ‘Indonesische Persbureau’, sekaligus menggantikan penyebutan ‘Indisch’.
(Randy Wirayudha)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.