Share

Bayar PSK Pakai Uang Palsu, Nih Akibatnya

Agregasi Jawapos.com, Media · Sabtu 01 April 2017 12:39 WIB
https: img.okezone.com content 2017 04 01 519 1656345 bayar-psk-pakai-uang-palsu-nih-akibatnya-fvr0UabKrU.jpeg ilustrasi (Foto: Jawa Pos)

BANYUWANGI - Hasrat ingin mengencani PSK secara gratis, tapi justru berurusan dengan polisi. Pasalnya wanita bayaran itu dibayar dengan uang palsu. Adalah Arif Jatmiko (28), warga Dusun Krajan, RT 2/RW 3, Desa Kalibaru Kulon, Kecamatan Kalibaru.

Usai kencan dengan salah satu PSK di eks Lokalisasi Sumber Loh, Dusun Padang Bulan, Desa Benelan Kidul, Kecamatan Singojuruh, Banyuwangi, Jatim ia membayar dengan menggunakan uang palsu (upal), Kamis malam lalu.

Karena perbuatannya, pria bertato itu akhirnya digelandang polisi ke Polsek Singojuruh. Untuk keperluan pemeriksaan, tersangka dijebloskan ke ruang tahanan Polsek Singojuruh. Barang bukti yang disita antara lain dua lembar uang pecahan Rp100 ribu dan sepeda motor Yamaha Vixion dengan nomor polisi P 4069 ZZ.

Terbongkarnya peredaran upal itu, bermula saat Arif mengendarai motor Yamaha Vixion, sekitar pukul 22.00 WIB datang ke eks Lokalisasi Sumber Loh di Dusun Padang Bulan, Desa Benelan Kidul, Kecamatan Singojuruh. Di tempat pelacuran itu, tersangka langsung menuju ke salah satu wisma.

“Tersangka datang sendirian,” terang Kapolsek Singojuruh, AKP Sumono, dilansir dari Jawa Pos, Sabtu (1/4/2017).

Saat di wisma itu, terang dia, tersangka meminta pada salah satu PSK untuk membelikan rokok di warung dengan menyodorkan selembar uang pecahan Rp100 ribu. “Pemilik warung curiga karena uangnya kasar,” terang kapolsek.

Karena curiga, sang pemilik warung meminta kepada PSK itu untuk datang ke warung dan membayar sendiri. Atas permintaan itu, tersangka datang ke warung dan membayar dengan uang pas. “Saat tersangka mengambil uang di dompet, pemilik warung melihat ada uang lembaran Rp100 ribu lagi,” jelasnya.

Setelah membayar rokok, terang dia, tersangka kembali ke wisma untuk menemui PSK. Baru pada pukul 00.30 WIB, berniat pulang setelah memberi uang PSK sebesar Rp100 ribu. “Tersangka mengaku memberi uang Rp100 ribu pada PSK karena telah menemani,” terangnya.

PSK yang menerima uang Rp 100 ribu dari tersangka, saat itu langsung menemui pemilik warung. Dan pemilik warung itu menghubungi polisi. “Warga yang ada di lokalisasi mencoba menghadang tersangka sampai polisi datang,” jelasnya.

Ditambahkan Kanit Reskrim Polsek Singojuruh, Ipda Joko Mulyono, upal yang disita dari tangan pelaku itu dua lembar pecahan Rp100 ribu. “Dompet dan motor milik tersangka juga kita amankan untuk barang bukti,” ungkapnya.

Tersangka akhirnya dijerat dengan Pasal 26 ayat 2 dan 3 juncto Pasal 36 ayat 2 dan 3, UU RI nomor 7 tentang Mata Uang, sub Pasal 245 KUHP dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara. “Kasus ini masih kami kembangkan, pengakuan sementara upal didapat setelah menjual kelapa,” tutupnya.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini