Share

Bermodal Ponsel, Pelaku Kendalikan Penipuan Online dari Penjara

Agregasi Jawapos.com, Media · Sabtu 01 April 2017 13:24 WIB
https: img.okezone.com content 2017 04 01 525 1656379 bermodal-ponsel-pelaku-kendalikan-penipuan-online-dari-penjara-PxePOsDs85.jpg

CIANJUR - Anggota Polsek Pacet, Cianjur, Jawa Barat menangkap pelaku penipuan online. Pelaku diketahui berjumlah tiga orang, dan satu orang merupakan otak pelaku kejahatan yang tengah mendekam di Lapas Kebon Waru, Bandung, Jawa Barat.

”Kami berhasil mengamankan tiga orang pelaku, mereka merupakan kaki tangan otak pelaku kejahatan yang melakukan aksinya dari balik Lapas Kebon Waru, Bandung,” ujar Kapolsek Pacet, AKP Rusdi Hayat, seperti dilansir dari Jawa Pos, Sabtu (1/4/2017).

Dibeberkannya, para pelaku penipuan online itu dua orang laki-laki yakni berinisial YBA (19), RW (31) asal Bandung, dan satu orang perempuan Perempuan CL (29) juga asal Bandung.

”Sedangkan pelaku berinisial AH yang melakukannya aksinya dari balik jeruji besi di Lapas Kebon Waru Bandung tentu akan dikenakan pasal berlapis,” terangnya.

Diakuinya, pelaku yang tengah ditahan itu tengah menjalani hukuman akibat melakukan penipuan penggelapan/money laundry Pasal 378/372. Dia berbuat aksi serupa dengan menggunakan handphone dari dalam penjara.

”Seharusnya tidak boleh seperti itu, jangan pakai handphone di sel. Kami sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian di Bandung dan petugas Lapas Kebon Waru,” bebernya.

Saat ini pelaku mengaku korbannya baru satu orang yakni Nining Yuningsih (32) warga Kampung Malaber, Desa Ciherang Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur. Dengan total kerugian senilai Rp13.300.000.

”Korban dimintai uang beberapa kali oleh pelaku, dengan dalih pelaku mengaku sebagai teman suaminya. Karena memang suami korban tengah bekerja di Singapura,” ujarnya.

Namun, beberapa kali setoran suaminya tak kunjung pulang. Hingga akhirnya korban pun curiga dan melaporkan ke Polsek Pacet. ”Turut kami amankan bukti setoran Bank Mandiri, BCA, dan Bank lainnya. Tak hanya itu beberapa unit handphone pun berhasil diamankan,” paparnya.

Setelah melakukan pengecekan di. rekening kaki tangan pelaku utama ternyata jumlah uang yang ada di beberapa rekening mereka senilai sekitar Rp300 juta.

”Kami tengah kembangkan kasus ini, tak menutup kemungkinan ada pelaku lainnya dan korban lainnya yang ditipu para pelaku,” terangnya.

Ditegaskannya para pelaku terjerat Pasal 378 dengan ancaman hukuman empat tahun penjara. Saat ini tim yang dibentuk Polsek Pacet tengah mengembangkan kasus penipuan online baik lewat telefon ataupun media sosial.

”Diharapkan tindakan seperti ini tak terulang, dan jika ada korban lainnya segera lapor kepada kami,” pungkasnya.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini