Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Asyik... 62 Anak Penyu Dilepas di Pantai Pasir Panjang

Antara , Jurnalis-Jum'at, 28 April 2017 |11:39 WIB
Asyik... 62 Anak Penyu Dilepas di Pantai Pasir Panjang
Ilustrasi.
A
A
A

KUPANG - Sebanyak 62 ekor bayi penyu (tukik) dilepas ke habitatnya di sepanjang pesisir Pantai Pasir Panjang pada Jumat (28/4/2017) pagi, dalam rangka memperingati Hari Bumi yang sudah jatuh pada Sabtu (22/4).

"Kegiatan pelepasan bayi penyu atau tukik ini dalam rangka memperingati hari bumi, dan walaupun sudah lewat tetapi kita tetap memperingatinya," kata Kepala Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional (BKKPN) Kupang Ikram Sangadji di Kupang.

Ia menjelaskan, puluhan tukik itu merupakan hasil budi daya yang dilakukan oleh Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) NTT di tempat penangkaran di Oetune, Kabupaten Timor Tengah Selatan.

Puluhan masyarakat berbaris di sepanjang pantai. Masing-masing orang memegang satu ekor tukik, kemudian bersama-sama melepas ke pantai.

Hadir dalam pelepasan tukik tersebut sejumlah pihak dari dari BKKPN, anggota Lantamal VII Kupang, serta Wakil Komandan Lantamal VII Kupang Kolonel Laut (P) Franciscus Herman.

Tak hanya itu, sejumlah tukik itu juga dilepas oleh puluhan mahasiswa, serta pelajar di Kota Kupang.

Anita seorang mahasiswa dari Universitas Katolik Widya Mandira mengaku senang karena bisa melepas tukik bersama sejumlah teman-temannya. "Ini kedua kali saya melepas tulik ke pantai. Selain lucu dan mengemaskan hal ini mengajarkan kita untuk menjaga dan melindungi hewan-hewan laut yang memang habitatnya berada di laut," tuturnya.

Menurutnya, banyak orang yang selalu merusak laut dan tidak mengerti bahwa hewan laut harus berada di laut, bukan dikembangbiakkan kemudian dijual bebas. Iapun berharap pemerintah mempunyai ketegasan soal perlindungan terhadap hewan laut, sehingga para perusak laut bisa dihukum sesuai dengan perbuatan mereka.

Ikram yang ditemui di sela-sela kegiatan tersebut juga mengatakan tema yang diusung dalam kegiatan ini adalah 'Pesan Dari NTT untuk Dunia Jang Ada Lai Sampah di Laut'.

Tema tersebut lanjutnya bertujuan agar bumi sebagai tempat tinggal hendaknya selalu dijaga tidak hanya di darat, tetapi juga di laut, karena memang potensi sampah lebih besar dari sampah yang dihasilkan di darat.

Tak hanya kegiatan pada hari ini, sebelumnya juga pihaknya telah melakukan bersih-bersih sampah bawah laut. Dan hasilnya kurang lebih 50 kilogram sampah dikumpulkan.

(Qur'anul Hidayat)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement