JAKARTA - Dinas Sosial DKI Jakarta mengantisipasi gelombang kedatangan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) atau dikenal gelandangan dan pengemis (gepeng) di bulan Ramadan 2017. Untuk itu, petugas Pelayanan, Pengawasan dan Pengendalian Sosial (P3S) semakin mengetatkan penjagaan di jalur-jalur masuk ke Ibu Kota.
Kabid Rehabilitasi Sosial Dinsos DKI Jakarta Khaidir menuturkan bahwa pihaknya telah menyiagakan 423 petugas P3S untuk dikerahkan di berbagai titik rawan PMKS termasuk jalur masuk Ibu Kota di Jakarta Timur, Jakarta Selatan, dan Jakarta Barat.
"Antisipasi gelombang kedatangan PMKS kita siagakan personel di jalur masuk DKI. Ada 423 personel yang dikerahan untuk melakukan penjagaan di 276 titik jagaan. Dari zoning 1 pada jalan protokol di ring-ring utama kita perluas sampai kota administratif," ujarnya kepada Okezone, Kamis (8/6/2017).
Dia mengakui dalam bulan Ramadan kali ini banyak didominasi oleh gelandangan, pengemis, pengamen, dan orang terlantar. Alhasil sepanjang tahun ini saja, petugas P3S berhasil menjangkau 738 PMKS yang telah terjaring razia di berbagai tempat. Sedangkan pada awal bulan Ramadan ini baru 278 PMKS yang telah berhasil dijangkau.
Khaidir menambahkan bahwa PMKS yang berhasil dijangkau apabila telah terus menerus mengulangi perbuatannya di Jakarta maka akan terkena tindak pidana ringan (tipiring). "Kalau berturut-turut bisa kena pidana tipiring mereka karena melanggar perjanjian setelah dipulangkan ke daerah asalnya," tutur dia.
Sementara itu, Khaidir mengimbau agar warga dari luar kota yang tidak memiliki bekal yang cukup tidak membanjiri wilayah Ibu Kota, lebih-lebih pada bulan Ramadan. Karena nantinya akan menyebabkan masalah sosial baru di Jakarta.
"Imbauan kami, Jakarta kan adalah kota metropolitan ada istilah ada gula ada semut. Kami mengimbau kepada warga luar daerah kalau tidak punya kompetensi tidak punya modal tempat tinggal lebih baik tidak usah datang ke Jakarta," ujarnya.
(Ranto Rajagukguk)