nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kisah WNI di Jepang Salat Id di Tengah Badai Topan

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Minggu 25 Juni 2017 07:03 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 06 24 18 1724211 kisah-wni-di-jepang-salat-id-di-tengah-badai-topan-FYPyzjmHXW.jpg Suasana Salat Id di Balai Indonesia, Kedutaan Besar Indonesia di Tokyo, pada Juli 2016 (Foto: Diana Hapsari/Facebook)

JAKARTA – Hari Raya Idul Fitri adalah momen paling pas untuk berkumpul bersama keluarga serta kerabat. Selain meminta ampunan, Idul Fitri juga menjadi ajang untuk menyambung kembali tali silaturahim yang mungkin sempat terputus.

Sayangnya, momen tersebut tidak selalu bisa dinikmati oleh diaspora Indonesia di luar negeri. Seorang WNI yang tinggal selama enam tahun di Jepang, Diana Hapsari, bahkan sudah melewakan momen bahagia itu sejak menginjakkan kaki di Negeri Matahari Terbit pada 2011 silam.

“Enam kali Lebaran enggak mudik karena di Jepang enggak libur malah pas lagi sibuk-sibuknya. Saat Lebaran, saya pagi Salat Id, setelah itu buru-buru ke laboratorium,” ujar mahasiswi S-3 di Gifu University yang juga bekerja paruh waktu sebagai peneliti itu kepada Okezone.

Saat berpuasa selama sekira 16 jam pun, ujar Diana, tidak ada kompensasi dari pihak kampus atau kantornya. Semua tetap dilakukan seperti hari kerja biasa tanpa ada dispensasi waktu untuk pulang lebih cepat.

“Tidak diberlakukan dispensasi seperti pulang cepat, penundaan survei dll., jadi tetap saja seperti biasa. Bahkan saya pernah harus survei ke gunung saat puasa, atau pernah harus pergi empat hari menyusuri sungai dengan tim penelitian,” tukasnya.

Diana berkisah, biasanya ia menjalani Salat Id di Balai Indonesia, Sekolah Republik Indonesia Tokyo (SRIT), lalu melanjutkan acara ke Kedutaan Besar Republik Indon sia (KBRI). Perempuan berusia 28 tahun itu mengimbuhkan, pada Idul Fitri 2016, pihak KBRI Tokyo mengadakan jamuan makan prasmanan bagi warga Indonesia dengan menyediakan kuliner khas Tanah Air.

Tentu setiap momen memiliki kenangan tersendiri. Diana mengaku memiliki cerita unik saat Salat Id beberapa tahun lalu. Ketika itu, terjadi taifun atau badai topan di Jepang. Seluruh pakaiannya basah karena diguyur hujan lebat.

(Diana Hapsari saat merayakan Idul Fitri di Kedutaan Besar Indonesia di Tokyo, Jepang, Juli 2016. Foto: Istimewa)

“Saya agak lupa, ini Idul Fitri 2014 atau 2015. Saat harus Salat Id, ada taifun. Jadi, sepertinya hanya saya yang datang jalan kaki atau naik sepeda. Benar-benar ujian karena pakaian saya basah semua sampai masjid, belum lagi harus ngampus setelah Salat Id,” tuturnya sambil tertawa.

Kali ini, Diana berencana merayakan Idul Fitri sama seperti tahun lalu. Sulung dari tiga bersaudara itu akan berlebaran di Masjid Indonesia di Tokyo. Letak Gifu yang tidak jauh dari Tokyo sangat memungkinkan hal tersebut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini