BOGOR - Ma’mun Permadi yang kini jadi seorang veteran menjadi saksi perjuangan Indonesia mempertahankan kemerdekaan. Di usianya yang ke-86 tahun, ia masih ingat setiap kejadian pada masa perang dulu.
Pria yang kini menjabat Sekretasis Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Bogor itu mengisahkan pahit dan manisnya perjuangan mengusir negara-negara Sekutu. Ma’mun masih berusia 14 tahun ketika pertama kali mengikuti perang.
Saat itu sebenarnya Indonesia telah merdeka, tetapi penyerangan terhadap pasukan Sekutu masih ada di beberapa titik di Kota Bogor. Ma’mun menjadi saksi sekaligus tokoh yang ikut berperang.
“Saat itu Indonesia telah merdeka, tetapi Sekutu belum sepenuhnya kembali ke negaranya. Mereka masih menguasai beberapa daerah, salah satunya di Bogor,” ucapnya kepada Okezone beberapa waktu lalu.
Ma’mun bergabung dengan pasukan Batalion II dengan komando Mayor Toha untuk merebut kembali beberapa titik yang masih dikuasai oleh pasukan Sekutu. Berbekal bambu runcing dan golok, mereka melumpuhkan Sekutu yang bersenjata lengkap.
Perang namanya Hizbullah karena bergabung dengan kelompok Hizbullah, berlokasi di salah satu pesantren di Gunung Putri, Bogor.