JAKARTA - Dalam rangka perayaan Hari Persatuan Jerman, Kedutaan Besar Jerman untuk Indonesia menyelenggarakan acara di Grand Ballroom Hotel Indonesia, Jakarta. Acara tersebut dihadiri oleh beberapa elite politik dan budaya baik dari Indonesia maupun Jerman.
Duta Besar (Dubes) Jerman untuk Indonesia, Michael von Ungern-Sternberg, menyampaikan bahwa Jerman dan Indonesia merupakan contoh yang baik hubungan antarnegara.
"Banyak mahasiswa Indonesia yang belajar di Jerman bukti bahwa hubungan yang begitu kuat," ungkap Ungern-Stenberg, Selasa (2/10/2017).
Selain itu, turut hadir Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Hak Asasi Manusia Wiranto. Menko Polhukam pun turut memberikan sambutannya dalam acara tersebut.
"Sebelumnya saya menyampaikan selamat atas suksesnya pemilu pada 24 September. Saya harap administrasi baru akan melayani masyarakat Jerman dengan baik dan meneruskan perjuangan," kata Wiranto.
"Tahun ini Indonesia dan Jerman memasuki tahun ke-65 hubungan diplomatik. Jerman menjalin hubungan diplomatik dengan Indonesia 7 tahun setelah Indonesia merdeka. Hal tersebutnya yang semakin membuat hubungan semakin erat," tambahnya.
Pidato dari Dubes Jerman dan Menko Polhukam Wiranto ditutup dengan bersulang bersama dan diiringi dengan tepuk tangan hadirin.
Sekadar diketahui, 3 Oktober dikenal sebagai Hari Persatuan wilayah Jerman Barat dan Timur. Perdamaian terjalin setelah tahun Tembok Berlin dihancurkan sekira 1989.
Tembok itu dibuat untuk memutus akses dari Jerman Timur ke Berlin Barat. Pemeriksaan dilakukan untuk setiap orang yang akan melintasi Tembok Berlin. Pengetatan ini membuat orang-orang Jerman Timur sulit untuk keluar dari wilayahnya.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.