PBB Meradang, 683 Anak Jadi Korban Perang di Yaman

Agregasi Sindonews.com, · Kamis 05 Oktober 2017 14:50 WIB
https: img.okezone.com content 2017 10 05 18 1789341 pbb-meradang-683-anak-anak-jadi-korban-perang-di-yaman-BYSwJWVPTl.jpg Anak-Anak banyak yang jadi korban perang di Yaman. (Foto: Ist/Sindonews)

NEW YORK - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah bergerak untuk menempatkan koalisi pimpinan Arab pada daftar hitam pelanggar hak-hak anak. Koalisi Arab Saudi telah membunuh dan melukai anak-anak di Yaman.

"Di Yaman, tindakan koalisi tersebut secara obyektif menyebabkan pembunuhan dan pelecehan anak-anak, dengan 683 korban anak-anak dikaitkan dengan koalisi ini, sebagai akibat serangan terhadap sekolah dan rumah sakit," bunyi laporan rancangan PBB seperti dikutip dari Xinhua, Kamis (5/10/2017).

"Pasukan pemerintah Yaman, milisi propemerintah, pemberontak Houthi dan Al Qaida di Semenanjung Arab (AQAP) juga masuk daftar hitam," sambung draf laporan tersebut.

Laporan terakhir dan daftarnya, yang dimuat dalam lampiran, akan dikirim ke Dewan Keamanan pada hari Kamis sebelum rilis publiknya pada hari Jumat. Dewan Keamanan (DK) PBB akan mengadakan debat tentang anak-anak dan konflik bersenjata pada 31 Oktober.

(Baca juga: Ya Ampun! Lebih dari 5 Ribu Orang Tewas Akibat Perang di Yaman)

Arab Saudi memimpin sebuah koalisi militer Arab yang melakukan intervensi di Yaman pada Tahun 2015. Mereka memberikan dukungan untuk pemerintahan Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi setelah pemberontak Houthi yang didukung Iran memaksanya untuk diasingkan.

PBB telah mencantumkan Yaman sebagai krisis kemanusiaan nomor satu di dunia, dengan tujuh juta orang Yaman di ambang kelaparan dan kolera yang menyebabkan lebih dari 2.000 kematian.

(Baca juga: Sadis! Lebih dari 50 Pengungsi Tewas Setelah Dipaksa Terjun ke Laut)

Rancangan lain dari laporan lengkap yang disirkulasikan pada bulan Agustus mengatakan bahwa 51 persen dari 683 korban berusia anak-anak pada Tahun 2016 dikaitkan dengan koalisi Arab.

"Hampir tiga per empat dari 38 serangan yang diverifikasi di sekolah dan rumah sakit pada Tahun 2016 dilakukan oleh serangan udara oleh koalisi Arab," katanya.

Watchlist on Children in Armed Conflict, yang memimpin organisasi hak asasi manusia, mengatakan bahwa pihaknya berharap agar draf daftar tersebut akan sampai pada laporan akhir.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini