Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

3 Tahun Jokowi-JK, Golkar Nilai Pembangunan Infrastruktur Lebih Menonjol

Fahreza Rizky , Jurnalis-Kamis, 19 Oktober 2017 |13:18 WIB
  3 Tahun Jokowi-JK, Golkar Nilai Pembangunan Infrastruktur Lebih Menonjol
Wakil Ketua Dewan Pakar Partai Golkar, Mahyudin (foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Wakil Ketua Dewan Pakar Partai Golkar, Mahyudin menganggap pembangunan infrastruktur di era pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla lebih baik ketimbang era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Hal itu diungkapkan Mahyudin saat ditanyai awak media tentang kinerja pemerintahan Jokowi-JK jelang tiga tahun kepemimpinannya.

"Mungkin yang lebih menonjol pembangunan infrastruktur yang lebih baik dari zaman presiden sebelumnya," kata Mahyudin di sela-sela Seminar Pancasila Partai Golkar di Hotel Kartika Chandra, Jakarta, Kamis (19/10/2017).

 (Baca: Hebat! 55,7% Warga Puas di 3 Tahun Kepemimpinan Jokowi-JK)

Wakil Ketua MPR RI itu menegaskan, sejumlah tantangan dan hambatan terus mewarnai pemerintahan Jokowi-JK. Kendati demikian, Mahyudin menilai sudah banyak hal yang telah diselesaikan rezim ini jelang memasuki usia tiga tahun, meskipun terbilang datar-datar saja.

"Banyak yang bisa diselesaikan. Namun menurut kacamata saya tidak ada yang sangat istimewa juga. Semuanya berjalan datar-datar," pungkasnya.

 (Baca: Luar Biasa! 3 Tahun Pemerintahan Jokowi-JK, Bidang Infrastruktur, Bantuan Pendidikan dan Kesehatan Membaik)

Sebelumnya, Founder Lembaga Survei KedaiKOPI, Hendri Satrio menilai bahwa ada dua hal yang menjadi keberhasilan kepemimpinan Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Indonesia Jusuf Kalla (JK) dalam periode tiga tahun pemerintahannya.

"infrastruktur dan bantuan pendidikan serta kesehatan adalah 3 hal teratas yang membuat masyarakat puas," kata Hendri kepada Okezone di Jakarta.

Namun, d ibalik keberhasilan tiga hal itu, Hendri juga memberikan catatan lainnya yang masih harus diperbaiki dan ditingkatkan dalam pemerintahan pasangan tersebut.

Menurutnya adalah permasalahan kesejahteraan perekonomian masyarakat, tingginya harga bahan pokok serta biaya listrik yang melambung tinggi. Padahal, hal itu juga yang bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat.

Tak hanya itu, dalam perjalanannya, Hendri mengatakan bahwa Jokowi-JK juga mendapatkan pekerjaan rumah tambahan, yaitu tentang demokrasi yang mencakup kebebasan berpendapat dan toleransi.

Oleh sebab itu, di dua tahun sisa jabatannya, Hendri menekankan harus lebih menciptakan kebijakan yang mampu membuat masyarakat lebih sejahtera.

(Awaludin)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement