nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Survei Orkestra: 52,1% Masyarakat Indonesia Puas dengan Kinerja Jokowi-JK

Harits Tryan Akhmad, Jurnalis · Minggu 03 Desember 2017 11:31 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 12 03 337 1824324 survei-orkestra-52-1-masyarakat-indonesia-puas-dengan-kinerja-jokowi-jk-xKm0UNDVeZ.jpg Presiden Jokowi dan Wapres JK. (Foto: Okezone)

JAKARTA – Organisasi Kesejahteraan Rakyat (Orkestra) merilis hasil survei mengenai aspek kinerja pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) selama menjabat. Hasilnya, masyarakat Indonesia cukup puas dan menilai baik kinerja pemerintahan saat ini.

"Sebagian besar responden menilai baik pemerintahan Jokowi-JK dengan angka survei 52,1 persen," ujar Ketua Umum Orkestra Poempida Hidayatulloh di Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (3/12/2017).

(Baca: Dipercaya 75,3% Kaum Milenial, CSIS Paparkan Pemilih Segala Usia Juga Puas dengan Kinerja Jokowi-JK)

Ia melanjutkan, dari hasil tersebut didapati 37 persen responden menilai Jokowi-JK mampu melakukan tugas pembangunan merata. Lalu 15 persen persen menganggap kepemimpinannya prorakyat, dan 11 persen menilai pemerintah hampir tuntas memenuhi janji-janji kampanye.

Pihaknya juga menilai hasil survei tahun ini terkait kepuasan kinerja pemerintah lebih meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. "Kalau tahun lalu yang menilai baik kinerja Jokowi-JK hanya 38,3 persen. Berarti persepsi kepuasan masyarakat terhadap Jokowi-JK naik," jelasnya.

Akan tetapi, lanjut dia, masih terdapat juga hasil survei yang menunjukkan masyarakat tidak puas dengan kinerja Jokowi-JK selama dengan hasil survei menunjukkan 18,3 persen. "Tetapi ada juga yang menilai buruk dengan pemerintahan Jokowi-JK dengan angka 18,3 persen," tutur dia.

(Baca: Survei Populi Center: Jokowi-JK Dinilai Lakukan Pembangunan "Indonesia Sentris")

Poempida mengungkapkan, 21 persen responden yang menilai buruk kinerja Jokowi-JK dikarenakan menganggap tidak menjalankan janji-janjinya. Lalu 17 persen buruk dalam kinerja bidang ekonomi dan kesejahteraan rakyat, 16 persen merasa tidak ada perubahan, 15 persen dinilai menambah hutang semakin banyak, dan 8 persen pemerintah dikendalikan oleh asing.

Adapun hasil survei Orkestra ini dilakukan dalam rentang waktu 6–20 November 2017. Responden yang dilibatkan sebanyak 1.300 orang dari 34 provinsi di Indonesia.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini