BANDUNG - Pembentukan Detasemen khusus untuk membrantas tindak pidana korupsi (Densus Tipikor) mendapat sejumlah kritik, termasuk dari Wakil Presiden RI Jusuf Kalla yang menganggap unit tersebut (Densus Tipikor) tidak perlu untuk di bentuk.
Dalam pendapatnya, JK menjelaskan, jika jajaran Polri hingga tingkat Polres dan Polsek menangani kasus korupsi, akan merebak ketakutan diantara pejabat daerah dalam mengambil keputusan.
Menanggapi hal itu, Kapolri Jendral Polisi Tito Karnavian yang memiliki ide pembentukan unit tersebut, belum mau banyak komentar atas segala kritik tersebut.
"Nanti, saya mau wawancara spesifik, kalau bicara sekarang dipotong-potong. Itu (Densus Tipikor) memerlukan penjelasan yang komprehensif," kata Tito, di Bandung, Senin (23/10/2017).
(Baca Juga: JK Tak Setuju Polri Bentuk Densus Tipikor)
Mantan Kepala Densus 88 tersebut, enggan menyebutkan kapan penjelasan gamblang soal Densus Tipikor bakal diungkap. Tito sendiri bakal menemui Presiden Joko Widodo, untuk melakukan rapat terbatas. "Besok Selasa ada rapat terbatas di Istana," tutupnya.
Diberitakan sebelumnya Wapres Jk menyatakan, segala ketakutan dari pejabat bisa berimbas pada terhambatnya pembangunan daerah. "Itu juga penting karena salah satu yang melambatkan semua proses (pembangunan) itu disamping birokrasi yang panjang juga ketakutan pengambilan keputusan," ujar dia.
"Jadi cukup biar KPK dulu, toh sebenarnya polisi, kejaksaan juga masih bisa menjalankan tugas, tidak berarti perlu ada tim baru untuk melakukan itu. Tim yang ada sekarang juga bisa," tukas JK.
(Angkasa Yudhistira)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.