Setelah menunggu 3 menit, Khoiruddin akhirnya keluar. Ia ternyata sosok yang cukup akrab. Meski baru pertama bertemu, Khoiruddin sudah sangat mengenal tamunya. Khoiruddin sendiri adalah pemuda kelahiran Karanganyar, 18 Desember 1994. Ia merupakan anak sulung dari tiga bersaudara, putra dari Paino, warga Jumantono.
Menurut sang ayah, Putra –biasa dipanggil– memiliki permasalahan pendengaran dan berbicara sejak dari usia 71 hari. "Saat masih berusia 71 hari, Putra mengalami step (kejang-kejang). Hingga akhirnya berujung pada berkurangnya pendengaran dan bicara yang agak terganggu," jelasnya.
Guna menghibur putranya agar tidak sedih, Paino pun sering mengajaknya ke sawah miliknya yang terletak di Sapen, Mojolaban, Sukoharjo. Di sinilah kemampuan putranya mulai terlihat. Sang putra begitu hobi berselancar di dunia maya. Apalagi, sinyal komunikasi di sawah miliknya begitu bagus dibanding tempat tinggalnya.
Selain mengajak putranya itu ke sawah, Poino pun kerab membawa pemuda yang sempat mengenyam bangku kuliah hingga semester III ini ke tempat pengajian di Solo. Ketertarikan putranya pada dunia blogger berawal dari sebuah buku yang tidak sengaja dibelinya saat sedang mencari buku untuk ujian terakhir SMP.
Ternyata buku yang dibelinya tersebut, ungkap Paino, benar-benar dibaca oleh anaknya hingga tuntas. Mulai saat itulah anaknya terlihat sangat serius menekuni dunia internet. Melalui kemampuannya yang autodidak, dibantu buku panduan, Khoiruddin berhasil membuat blog.