KHARTOUM – Seorang Jenderal dan sembilan tentara Sudan terbunuh dalam pertempuran di wilayah peperangan di Darfur setelah kendaraan yang mereka gunakan disergap militan. Tentara Sudan dilaporkan berhasil menangkap pimpinan milisi, Musa Hilal dalam pertempuran di Darfur.
BACA JUGA: Sudan Diduga Gunakan Senjata Kimia dalam Konflik di Darfur
Diwartakan Reuters, Selasa (28/11/2017), Konflik di Darfur meletus pada 2003 ketika sebagian besar suku non-Arab mengangkat senjata melawan pemerintah yang dipimpin oleh pemerintah Sudan yang dipimpin suku Arab. Sejak kejadian itu, kedua kubu terus menerus terlibat bentrokan dan pertempuran, meski tahun lalu, Pemerintah Sudan telah mengumumkan gencatan senjata sepihak.
Kantor berita Sudan, SUNA melaporkan, bentrokan baru meletus pada Minggu, 26 November menyusul upaya pasukan pemerintah untuk mengumpulkan senjata dari para militan di Darfur Selatan.
Setelah penangkapan Musa Hilal, Menteri Pertahanan Ali Mohamed Salem menyatakan situasi keamanan di Darfur telah stabil. Musa Hilal ditangkap setelah terlibat pertempuran dengan pasukan Sudan di dekat kampung halamannya di Darfur Utara.
"Mereka ditangkap setelah bentrokan di daerah tersebut namun situasi keamanan di sana sekarang stabil, mereka akan segera dibawa ke Khartoum," kata Menteri Pertahanan Sudan, Jenderal Ali Mohamed Salem.
BACA JUGA: Pasukan PBB Dibunuh Pemberontak Sudan
Hilal adalah mantan sekutu Presiden Sudan, Omar al Bashir dan pemimpin dari milisi Janjaweed yang bersekutu dengan pemerintah. Meski sempat diangkat menjadi penasihat presiden pada 2008, hubungan antara Hilal dengan Presiden Al Bashir mengalami keretakan dan keduanya menjadi musuh.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.