Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Janji Hadi Tjahjanto, Jadi Tentara Rakyat hingga Memajukan Industri Pertahanan

Fahreza Rizky , Jurnalis-Kamis, 07 Desember 2017 |18:44 WIB
Janji Hadi Tjahjanto, Jadi Tentara Rakyat hingga Memajukan Industri Pertahanan
Hadi Tjahjanto. (Foto: Antara)
A
A
A

JAKARTA - Usai disetujui dalam rapat paripurna DPR sebagai Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto menegaskan beberapa hal penting yang akan dilakukannya selama menjabat sebagai pimpinan tertinggi 3 matra.

Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) berjanji akan  netral dalam perhelatan politik, khususnya menjelang Pilkada Serentak 2018 dan Pemilu 2019.

"Netral. Kita perkuat jati diri sebagai tentara rakyat! Tentara pejuang dan tentara profesional. TNI tidak berpolitik praktis dan mengikuti politik negara," kata Hadi di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (7/12/2017).

Selain itu, Hadi juga berjanji bakal memajukan industri pertahanan dalam negeri. Pasalnya, Indonesia memiliki beberapa perusahaan yang memproduksi alutsista.

"Pasti (memajukan) karena kita punya industri pertahanan seperti PT DI, PT PAL dan Pindad. Keperluan mendasar untuk TNI di ambil dari sana," ujar Hadi.

(Baca juga: Ini Ungkapan Marsekal Hadi Tjahjanto Usai DPR Lakukan Fit and Proper Test)

Terakhir, ia berjanji akan membangun soliditas antara TNI dan Polri. Di bawah kepemimpinannya, ia akan mengupayakan hal tersebut dapat terlaksana.

"Itu bagian dari tujuan UU Nomor 34 Tahun 2004 dan UU Nomor 2. Kita harus sinkronkan semuanya. Kalau sudah sinkron dan tidak ada konflik lagi, kita semua akan senang. Soliditas TNI Polri yang dipentingkan," pungkas Hadi.

Diberitakan sebelumnya, DPR menggelar Sidang Paripurna ke-13 Masa Persidangan II Tahun Sidang 2017-2018. Salah satu agenda sidang ialah laporan pimpinan Komisi I mengenai hasil fit and proper test terhadap calon Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto.

Pimpinan sidang yang dipimpin oleh Wakil Ketua DPR Fadli Zon mempersilakan Ketua Komisi I DPR Abdul Kharis Almasyhari untuk memyampaikan laporannya. Abdul Kharis menyampaikan proses saat calon Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menjalani fit and proper test.

Dia menjelaskan keputusan diambil Komisi I secara musyawarah mufakat. Dalam kesempatan ini, Abdul Kharis juga menyampaikan terima kasih kepada Panglima TNI yang diberhentikan, yakni Jenderal Gatot Nurmantyo.

(Qur'anul Hidayat)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement