Share

Sadis! Istri Dimutilasi Suami karena Ancam Minta Cerai jika Tak Dibelikan Mobil

Agregasi Sindonews.com, · Rabu 13 Desember 2017 12:08 WIB
https: img.okezone.com content 2017 12 13 525 1829612 sadis-istri-dimutilasi-suami-karena-ancam-minta-cerai-jika-tak-dibelikan-mobil-lUviENxqRX.jpg ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)

KARAWANG - Jajaran Polres Karawang berhasil menangkap pelaku pembunuhan sadis dengan cara mutilasi. Pelaku, MH (23) merupakan suami korban yang nekat menghabisi istrinya, SA (21) dengan cara memotong kepala dan kaki korban yang kemudian dibuang di hutan Gunung Sanggabuana Karawang. Motif pembunuhan dilakukan pelaku karena kesal korban minta dibelikan mobil dan mengancam akan menceraikan pelaku.

Kapolres Karawang AKBP Hendy F Kurniawan mengatakan, penangkapan pelaku bermula ketika pelaku mendatangi Mapolres Karawang untuk melaporkan kehilangan istrinya. Pelaku mengaku ciri-ciri korban mutilasi yang diumumkan Polres Karawang sebelumnya diakuinya sebagai istrinya.

"Pengakuan pelaku ini kemudian kita dalami. Kami mencurigai keterangan pelaku karena tidak sesuai dengan fakta yang ada. Setelah kita desak akhirnya pelaku mengakui telah membunuh istrinya," kata Hendy usai mendatangi rumah kontrakan pelaku di Desa Pinayungan, Kecamatan Telukjambe Timur, Rabu (13/12/2017).

Hendy berujar, berdasarkan hasil pemeriksaan sementara motif pelaku membunuh istrinya secara sadis karena kesal istrinya kerap merongrong meminta barang-barang barang mewah sementara dia tidak mampu secara ekonomi.

Puncak kekesalan pelaku saat korban meminta dibelikan mobil. Korban mengancam akan menceraikan pelaku jika tidak dibelikan mobil. "Mungkin pelaku sudah kalap hingga membunuh istrinya dengan cara yang sadis," tutur dia.

Ditambahkannya, setelah pelaku mengakui perbuatannya tim Satreskrim Polres Karawang bergerak cepat mencari potongan tubuh korban.

Berdasarkan pengakuan pelaku potongan butuh korban berupa kepala dan kaki dibuang di hutan Gunung Sanggabuana dan ditemukan didekat Curug Cigentis. Kepala korban ditemukan dalam keadaan terbungkus plastik warna hitam. Demikian juga dengan potongan kaki korban ditemukan tidak jauh dari kepala korban.

Menurut Handy meski pelaku sudah mengakui perbuatannya namun pihaknya masih terus mendalami kasus ini hingga tuntas. "Kita masih terus mendalami bagaimana korban bisa dibunuh secara sadis apakah itu dilakukan sendiri atau ada orang lain yang membantunya. Kita juga masih mencari saksi penting lainnya," tandasnya.

Baca Juga: Peringati Hari Lahir Pancasila, Pengawas KKP Lakukan Upacara Bawah Laut

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini