nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jokowi Sampaikan 5 Usulan di ASEAN Leaders Gathering 2018

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Jum'at 12 Oktober 2018 01:07 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 10 12 337 1962914 jokowi-sampaikan-5-usulan-di-asean-leaders-gathering-2018-Gtqn7NPrJ3.jpg Presiden Jokowi membuka dan memimpin ASEAN Leaders Gathering 2018. (Foto: Laily Rachev/Biro Pers Setpres)

JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama para kepala negara lainnya dalam pemerintahan telah menggelar ASEAN Leaders Gathering 2018 yang bertempat di Hotel Sofitel Nusa Dua, Bali, pada Kamis kemarin. Pertemuan yang diinisiasi Indonesia ini menghadirkan 10 negara ASEAN dan sejumlah pimpinan lembaga internasional.

Saat memimpin jalannya pertemuan, Jokowi menyinggung sejumlah hal terkait dengan visi ASEAN. "Pertama, pentingnya mulai dipikirkan mekanisme kerja sama kawasan dan global bagi pembangunan berkelanjutan pascabencana," ujarnya, berdasarkan keterangan Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin, Kamis 11 Oktober 2018.

Setelah bencana beberapa waktu lalu di Sulawesi Tengah dan Lombok menunjukkan bahwa pembangunan selama puluhan tahun dalam sekejap dapat hilang.

Kemudian usulan kedua, Jokowi memandang pentingnya memprioritaskan sustainable development goals (SDGs) dalam tahap pembangunan masing-masing negara ASEAN. Beberapa capaian SDGs sendiri telah dan akan terus diupayakan Indonesia dalam pembangunannya.

(Baca juga: Jokowi Bersama PM Singapura Buka dan Pimpin ASEAN Leaders Gathering)

Di antaranya, sambung Jokowi, menurunnya angka kemiskinan menjadi satu digit di angka 9,8 persen pada 2018, meningkatnya akses terhadap air bersih bagi rumah tangga, hingga meningkatnya akses terhadap pelayanan kesehatan melalui Jaminan Kesehatan Nasional yang mencakup 77,78 persen rakyat Indonesia.

"Tidak kalah penting adalah kemajuan besar pada pembangunan infrastruktur dalam empat tahun terakhir sebagai perwujudan tujuan nomor sembilan dari SDGs," sambung mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

Usulan ketiga, masih terkait dengan pencapaian SDGs masing-masing negara, Jokowi berpendapat bahwa sinergi antarorganisasi kawasan dan organisasi internasional serta lembaga keuangan menjadi kunci dalam mewujudkan SDGs.

"Sinergi antara organisasi kawasan dan organisasi internasional serta lembaga keuangan bagi pencapaian SDGs penting sekali artinya," kata Presiden.

Adapun usulan keempat, Indonesia mendorong sumber pendanaan inovatif seperti blended finance yang telah dibahas dalam Forum Tri Hita Karana yang juga dihadiri Presiden.

"Salah satu tantangan pencapaian SDGs adalah masalah pendanaan. Oleh karena itu, keempat, Indonesia mendorong sumber pendanaan inovatif seperti blended finance," ucapnya.

Sementara yang kelima, guna mencapai SDGs, masing-masing negara perlu melibatkan kemajuan teknologi dalam upaya yang dilakukan. "Saya mencontohkan berkembangnya aplikasi Ruang Guru di Indonesia," tutur Jokowi.

(Baca juga: Jokowi Bertemu Sekjen PBB hingga Hadiri ASEAN Leaders Gathering)

Dalam kesempatan ini, Jokowi juga berpesan kepada seluruh pimpinan negara dan pemerintahan ASEAN bahwa untuk mewujudkan SDGs sebagaimana yang telah dicanangkan PBB, masing-masing negara ASEAN tak akan mampu mencapainya seorang diri tanpa bantuan negara lain.

Maka itu, ia mendorong dilakukannya kerja sama dengan negara lain, utamanya sesama negara-negara ASEAN, untuk dapat mewujudkan hal-hal tersebut.

"Saya ingin tekankan, pencapaian SDGs tidak dapat dipenuhi secara isolatif oleh satu negara tanpa bekerja sama dengan negara lain. Pencapaian SDGs memerlukan global leadership dan shared responsibilities," paparnya.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini