nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bocah di Sangihe Dibakar, KPAI: Kondisi Sulit Orangtua Tak Dibenarkan untuk Aniaya Anak

Antara, Jurnalis · Rabu 24 Oktober 2018 03:10 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 10 23 340 1968070 bocah-di-sangihe-dibakar-kpai-kondisi-sulit-orangtua-tak-dibenarkan-untuk-aniaya-anak-YTDumAtzuh.jpg Wakil Ketua KPAI Rita Pranawati (Foto : KPAI.go.id)

JAKARTA – Wakil Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Rita Pranawati mengatakan, alasan kesulitan ekonomi tidak membenarkan bocah J dari Desa Pintareng, Kabupaten Sangihe, Sulawesi Utara untuk disakiti, bahkan dibakar.

"Kondisi sulit orang tua seharusnya tidak menjadi alasan untuk melakukan kekerasan terhadap anak," kata Rita di Jakarta, Selasa, merujuk J yang akhirnya meninggal setelah dibakar oleh OS, ibu dari mendiang.

J sempat dirawat setelah mengalami luka bakar parah yang melanda sekujur tubuhnya. Adapun OS sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh kepolisian setempat.

Komisioner KPAI bidang Pengasuhan itu mengatakan, anak bukanlah hak milik yang dapat diperlakukan sebagaimana barang. Anak mempunyai harkat martabat kemanusiaan yang wajib dilindungi dan dihormati.

KPAI, kata dia, mendorong proses hukum bagi oknum pelaku sesuai dengan ketentuan yang berlaku agar menjadi pelajaran bagi semua pihak.

Untuk menghindari kasus-kasus sejenis, lanjut dia, kepedulian tetangga menjadi salah satu kunci perlindungan anak.

J alami luka bakar akibat disiram cairan kimia okezone

Saat sebuah keluarga mengalami kesulitan dan sudah mulai melampiaskan kepada anak, maka tetangga perlu hadir membantu mengatasi kesulitan dan menjaga anak-anak.

Rita mengatakan, jika tetangga merasa bahwa hal tersebut masuk ranah privasi, tetangga dapat melaporkan ke perangkat desa/ kelurahan terdekat sehingga anak dapat terselamatkan.

"Upaya sosialisasi pengasuhan dan hak anak bagi para orang tua harus terus diupayakan oleh pemerintah daerah sebagaimana mandat UU Otonomi Daerah yang menjadikan urusan perlindungan anak sebagai urusan wajib daerah," katanya.

(Baca Juga : Anak 9 Tahun Disiram Cairan Kimia, Sekujur Tubuh Penuh Luka Bakar)

Dia mengatakan, dana desa juga bisa dimanfaatkan untuk menjalankan program perlindungan anak sebagai upaya pencegahan terjadinya kasus-kasus kekerasan terhadap anak.

Rita mengatakan, meninggalnya J petanda bangsa kembali kehilangan warga kecilnya. KPAI menyesalkan masih terjadinya kasus kekerasan yang dilakukan oleh orang tuanya sendiri sebagai penanggung jawab utama pengasuhan.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini