Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Berbicara di Hadapan Ribuan Calon Haji, Khoirizi Serukan Pentingnya Menjaga Energi Mahabbah

Amril Amarullah , Jurnalis-Minggu, 06 Januari 2019 |14:32 WIB
Berbicara di Hadapan Ribuan Calon Haji, Khoirizi Serukan Pentingnya Menjaga Energi Mahabbah
A
A
A

CIBINONG - Ketua Dewan Pembina Forum Komunikasi Alumni Petugas Haji Indonesia (FK APHI) menyempatkan hadir dikegiatan manasik haji dan mengumpulkan donasi untuk korban bencana di Indonesia di Gedung Tegar Beriman Bogor, Sabtu 5 Januari.

Berbicara di hadapan 3.000 lebih calon haji, Direktur Bina Haji Kementerian Agama itu menyatakan bahwa pentingnya rahmah dan komitmen dalam menjalankan ibadah haji. Transformasi dalam menjaga keseimbangan antara pengakuan atas sahadat, disiplin akan salat, kejujuran akan puasa, zikir sosial pada zakat dan kemabruran pada haji.

"Tak ada yang ingat kapan pertama kali kita mengucapkan kalimat sahadat kecuali para muallaf, namun kita sangat ingat kapan kita berniat dan menunaikan ibadah haji, baik sebagai jamaah maupun sebagai petugas. Namun acap kali ingatan kita terbentur dengan hal-hal keduniawian hingga kita lupa apa makna yang sesungguhnya tentang haji itu sendiri," sebut Khoirizi.

Menata keseimbangan rukun Islam adalah sesuatu materi yang menghasilkan energi yang sangat kuat. "Membuktikan bahwa haji adalah menjaga kemabruran setelahnya. Bukan protes pada pelayanan yang tak substasi. Satu bus saja mogok berita jadi gempar, satu box saja makanan basi berita jadi heboh. Namun, satu putaran tawaf saja kurang berita sepi. Ada satu energi yang membuat mulut ini terkunci, energi malu kepada Allah SWT," ungkapnya.

Substansi haji ada pada manasik, ada pada ilmu dalam menjalankan ibadah. Bertanyalah jika tidak atau kurang mengetahui kepada pembimbing, pada ulama, pada tuan guru, kepada kelompok bimbingan.

"Tentu mesti mengikuti aturan yang dibuat negara. Negara hadir di sana. Misalkan, tak bisa kita melontar jumrah dalam waktu afdal, karena bisa membahayakan. Melontarlah pada waktu yang aman. Negara membuat aturan untuk menjaga dari hal-hal yang dapat membahayakan. Jadi ikutilah aturan. Jangan segan, sungkan atau malu untuk bertanya. Tanyalah sampai benar-benar mengetahui untuk bekal dalam berhaji," ajaknya.

"Kalau ponsel tinggal di rumah saat berjalan menuju masjid rata-rata akan kembali untuk mengambilnya. Namun, ketika ingat bahwa ada kotak amal di beranda masjid dan kita lupa membawa uang apakah kita akan kembali ke rumah untuk mengambilnya? Ada rahmah yang hilang seketika," tanya Khoirizi sambil berkelakar.

Ketua Dewan Pembina Forum Komunikasi Alumni Petugas Haji Indonesia (FK APHI) ini mengingatkan bahwa mengerjakan haji itu penting karena wajib bagi yang mampu, namun lebih penting lagi bagaimana menjalankan keseimbangan antara dunia dan akhirat. Antara hati dan akal, antara kondisi dan takwa.

"Inilah hal penting dalam menjaga kemabruran, agar rahmah, agar mahabbah kepada diri dan sosial terbentuk dan menjadi budaya yang mengakar. Karena haji membawa satu perubahan, membawa dan mempraktekan zikir, saleh pribadi dan saleh sosial," ingatnya kepada para hadirin.

Hari itu, terlihat kekuatan haji adalah dasyat. Allah SWT menunjukkan kekuasaan-Nya di Gedung Tegar Beriman. Tampilnya Direktur Bina Haji seolah mampu membuka tujuh titik chi jemaah haji. Mereka tersirep, takjub, dan terhempas sadar bahwa Hadis Jibril adalah hal yang membuat hidup semakin hidup, tentram dan damai.

Pada menjelang akhir dakwah hajinya, Khoirizi mengingatkan bahwa ada sekurangnya tiga bencana yang terjadi dalam beberapa minggu terakhir ini. Terakhir musibah longsor di Cisolok Kabupaten Sukabumi.

"Mari kita bantu korban bencana di Banten, Lampung dan Sukabumi. Meringankan beban dan melakukan zikir sosial," ajaknya.

Sorban-sorban mahabbah haji pun dibentangkan oleh beberapa pengurus FK APHI. Mereka bukan orang-orang sembarangan, ada pejabat negara dan perwira di TNI dan Polri.

Energi mahabbah dan rahmah menggerakkan itu semua. "Terkumpul bantuan untuk korban bencana alam sebesar 32,8 juta rupiah yang akan disalurkan kepada korban bencana di Banten, Lampung dan Sukabumi," sebut pembawa acara sebelum acara ditutup.

(Khafid Mardiyansyah)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement