nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kondisi Terkini Gunung Merapi Sepekan Terakhir

Taufik Budi, Jurnalis · Sabtu 26 Januari 2019 00:33 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 01 25 512 2009590 kondisi-terkini-gunung-merapi-sepekan-terakhir-8dpTwyM7jU.jpg Gunung Merapi (Foto: Bramantyo/Okezone)

SEMARANG – Gunung Merapi terus menunjukkan aktivitas vulanik dalam sepekan terakhir. Seiring dengan meningkatnya curah hujan di kawasan puncak gunung, warga diminta selalu waspada akan potensi banjir lahar.

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melakukan pemantauan aktivitas Gunung Merapi periode 18 - 24 Januari 2019.

“Secara visual cuaca cerah terjadi pada pagi dan malam hari, siang dan sore hari berkabut. Asap teramati berwarna putih, tipis dengan tekanan gas lemah. Tinggi maksimum 50 meter teramati dari Pos Pengamatan Gunung Merapi Kaliurang pada 23 Januari 2019,” kata kepala BPPTKG, Hanik Humaida, Jumat 25 Januari 2019.

Baca Juga: Gunung Merapi Waspada, Tampak Guguran Lava dari Puncak

Merapi

Sementara untuk kubah lava dan morfologi puncak gunung terpantau, volumenya 461.000 meter kubik pada 22 Januari 2019. Laju pertumbuhan rata-rata 1.300 meter kubik atau per hari, lebih kecil dari pekan sebelumnya.

“Saat ini kubah lava masih stabil dengan laju pertumbuhan yang masih rendah kurang dari 20.000 meter kubik per hari. Berdasarkan hasil pengamatan visual dan instrumental maka disimpulkan bahwa kubah lava saat ini dalam kondisi stabil dengan laju pertumbuhan yang masih relatif rendah,” kata Hanik.

Untuk aktivitas kegempaan Gunung Merapi tercatat tiga kali gempa Hembusan (DG), satu kali gempa Vulkanik Dangkal (VTB), 232 kali gempa Guguran (RF), dua kali gempa low frekuensi (LF), dan tujuh kali gempa tektonik (TT). Aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih cukup tinggi dan ditetapkan dalam status Waspada.

“Pada pekan ini terjadi hujan di Pos Pengamatan Gunung Merapi dengan intensitas curah hujan tertinggi sebesar 79 milimeter per jam selama 35 menit di Pos Kaliurang, pada 24 Januari 2019. Masyarakat yang beraktivitas di sekitar sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi untuk mewaspadai bahaya lahar,” kata Hanik.

Gunung

Baca Juga: Gunung Merapi 6 Kali Gugurkan Lava Pijar, Durasi Terlama hingga 90 Detik

(edi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini