nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

220 Warga Banten Terjangkit DBD, 3 Meninggal Dunia

Rasyid Ridho , Jurnalis · Rabu 30 Januari 2019 21:42 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 01 30 340 2011623 220-warga-banten-terjangkit-dbd-3-meninggal-dunia-p42P3s1Krf.jpg Ilustrasi

SERANG – Dinas Kesehatan Provinsi Banten mencatat sebanyak 220 kasus demam berdarah terjadi pada Januari 2019. Dari 220 kasus itu, sebanyak tiga warga meninggal dunia akibat penyakit yang ditularkan nyamuk Aedes aegypti itu.

"Kasus demam berdarah di Banten memang ada peningkatan di semua kabupaten/kota. Tapi, disebut parah tidak, hanya ada peningkatan kasus di bulan Januari. Ada 220 kasus," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Banten Wahyu Santoso, Rabu (30/1/2019).

Berdasarkan catatan, kasus paling banyak terjadi di Tangerang Selatan dengan 200 kasus. Sedangkan 20 kasus tersebat di semua kabupaten/kota di Banten. "Rata-rata usia yang terjangkit 15 tahun ke bawah. Tapi, biasanya menyerang semua usia," ujarnya.

ilustrasi

Dia menjelaskan, terjadinya peningkatan kasus DBD di Banten dibandingkan pada Desember 2018 disebabkan karena kondisi cuaca yang memasuki musim hujan.

(Baca Juga : Anies Segera Terbitkan Ingub Penanganan Demam Berdarah)

"Siklus kewaspadaan (DBD) adalah di Februari dan Maret periode paling rentan DBD karena kondisi cuaca. Desember itu periode kewaspadaan dini," katanya.

Untuk menanggulangi semakin banyaknya kasus DBD di Banten, pihaknya meminta masyarakat untuk bersama-sama memberantas sarang nyamuk dengan program PSM. "Kasus DBD di Banten kalau dibandingkan provinsi lain tidak terlalu banyak," katanya.

(Baca Juga : Berstatus KLB, Biaya Berobat Pasien Demam Berdarah di Ponorogo Digratiskan)

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini