nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Di Tengah Masifnya Hoaks, Jokowi Harap Pers Bisa Jadi Pengendali

Antara, Jurnalis · Sabtu 09 Februari 2019 12:46 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 02 09 519 2015718 di-tengah-masifnya-hoaks-jokowi-harap-pers-bisa-jadi-pengendali-MFlYGaLWqL.jpg Presiden Jokowi (Foto: Ist)

SURABAYA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, di tengah kegaduhan dan masifnya peredaran berita bohong atau hoaks, media konvensional yang profesional harus bisa menjadi pengendali suasana untuk mencari kebenaran dan fakta.

Era media sosial, kata dia, membuat siapa pun dapat bekerja sebagai jurnalis, tetapi tidak sedikit yang menyalahgunakan media sosial untuk menebar ketakutan di ruang publik.

"Sekarang setiap orang bisa bisa menjadi wartawan dan pemimpin redaksi, tetapi kadang digunakan untuk menciptakan kegaduhan, ada juga yang membangun ketakutan pesimisme," katanya di sela sambutan Puncak Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2019 di Grand City Surabaya seperti dikutip dari Antaranews.com, Sabtu (9/2/2019).

(Baca Juga: Presiden Jokowi Terima Medali Kemerdekaan Pers)

Presiden memisalkan, saat pemerintah menyampaikan satu informasi yang berisi kabar baik dan fakta, yang muncul di ruang publik justru disimpulkan sebagai satu pencitraan semata.

"Ketika pemerintah menyampaikan well infomation society, jangan diartikan sebagai kampanye atau pencitraan, tetapi itu untuk membangun masyarakat yang sadar akan informasi," katanya.

Ilustrasi jurnalis

Jokowi pun mengaku gembira dengan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap media konvensional atau arus utama dibandingkan dengan media sosial.

"Terus terang saya sangat gembira dengan situasi seperti ini. Selamat kepada pers yang masih sangat dipercaya masyarakat," ujarnya.

(Baca Juga: HPN 2019, Jokowi: Selamat kepada Pers Masih Dipercaya Masyarakat)

Menurut Jokowi, tidak mudah membuat publik percaya di tengah persaingan media sosial yang marak dengan informasi. Berdasakan data yang disampaikannya, pada 2016 tingkat kepercayaan terhadap media konvensional 59 persen dan 45 persen ke media sosial, kemudian pada 2017 mencapai 58 persen terhadap media konvensional dan 42 persen ke media sosial.

Berikutnya, pada 2018 tingkat kepercayaan terhadap media konvensional mencapai 63 persen dan 40 persen untuk media sosial. "Dari data itu, semakin ke sini semakin besar kepercayaan publik. Ini harus dipertahankan," ujar Jokowi.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini