nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

PVMBG Tetapkan Zona Berbahaya Sektoral Gunung Karangetang

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Senin 11 Februari 2019 19:55 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 02 11 340 2016518 pvmbg-tetapkan-zona-berbahaya-sektoral-gunung-karangetang-bkje9t6UyM.jpg Gunung Karangetang (Foto: BNPB)

JAKARTA – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) merekomendasikan warga maupun pengunjung tidak melakukan aktivitas di dalam zona bahaya Gunung Karangetang di Pulau Siau, Sulawesi Utara. Aktivitas vulkanik gunung ini dengan guguran lava masih terjadi sejak November 2018 lalu.

Menurut Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB, rekomendasi zona perkiraan bahaya yang dikeluarkan PVMBG meliputi radius 2,5 km dari puncak Kawah Dua (utara) dan kawah Utama (selatan). Di samping itu, zona berbahaya juga mencakup sektoral dari puncak ke arah Barat – Barat Laut sejauh 3 km dan ke arah Barat Laut – Utara sejauh 4 km.

"Dampak aktivitas vulkanik tersebut, sekitar 53 KK (190 jiwa) mengungsi di beberapa titik. Sejumlah 33 KK (122 jiwa) berada di Penampungan Paseng, 11 KK (39) di Sekolah GMIST Batubulan, dan 9 KK (29) di rumah-rumah kerabat. Mereka merupakan penduduk yang berisko terdampak aktivitas vulkanik, yaitu di Desa Batubulan yang memiliki luas 3,96 km2. Data penduduk tercatat sekitar 159 KK (515 jiwa)," ujar Sutopo melalui keterangan tertulisnya, Senin (11/2/2019).

(Baca Juga: Gunung Karangetang Alami 66 Kali Gempa, Ini Rekomendasi PVMBG

Sehubungan dengan potensi dampak terhadap masyarakat, PVMBG merekomendasikan warga yang menetap di Kampung Batubulan, Kampung Niambangeng dan Kampung Beba untuk dievakuasi ke tempat yang aman dari ancaman guguran lava atau awan panas.

Sutopo menambahkan, aktivitas vulkanik juga berdampak pada kerusakan materiil seperti jalan akses menuju Kampung Batubulan tertutup material vulkanik hingga ketinggian 50 m dengan luasan 300 m2. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Sitaro juga melaporkan 2 unit jembatan kampung tersebut rusak berat.

Gunung Karangetang 

Pemerintah daerah setempat dan unsur terkait lain, seperti TNI, Polri, sukarelawan telah melakukan upaya penanganan darurat. Evakuasi dan pemenuhan kebutuhan dasar disediakan oleh pemerintah kepada para penyintas. Sementara BNPB turut mendukung penguatan pos komando dalam penanganan darurat.

Berdasarkan pemantauan PVMBG, sungai-sungai yang berpotensi menjadi jalur aliran lava dan guguran dari Kawah Dua antara lain Sungai Melebuhe, Batuare, Batukole, Saboang, Niambangeng, Sumpihi, Kiawang, Kinal dan kawahang.

(Baca Juga: Berstatus Siaga, Gunung Karangetang Diguncang 107 Kali Gempa Dalam Sehari

Sementara itu, awan panas guguran maupun aliran lava saat ini masih mengarah ke Sungai Melebuhe, namun berpotensi untuk berubah menuju ke Kali Batukore dan Batuare, serta Saboang. Volume material vulkanik dapat berpotensi menjadi lahar hujan pada sungai-sungai yang berhulu di Kawah Dua dan Kawah Utama.

"Menghadapi aktivitas vulkanik yang masih terus berlangsung, PVMBG juga merekomendasikan kepada warga untuk menyiapkan masker penutup hidung dan mulut guna mengantisipasi potensi bahaya gangguan saluran pernafasan jika terjadi hujan abu," katanya.

 Gunung Karangetang

Gunung Karangetang yang berjarak 146 km dari Kota Manado ini berstatus level III (Siaga) sejak 20 Desember 2018 lalu. PVMBG melaporkan, hingga kini kegempaan (vulkanik) masih fluktuasi.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini