nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Datang ke Mako Brimob Bawa Senjata dan Ngaku Jenderal, Pengusaha Ini Ditangkap

Harian Jogja, Jurnalis · Selasa 12 Februari 2019 13:08 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 02 12 510 2016784 datang-ke-mako-brimob-bawa-senjata-dan-ngaku-jenderal-pengusaha-ini-ditangkap-8bZDhunumO.jpg ilustrasi (Shutterstock)

BANTUL - Kepolisian Resor Bantul menangkap seorang pengusaha asal Tangerang, Banten, karena membawa senjata api (senpi) aktif saat berkunjung ke Markas Korps Brimob Polda DI Yogyakarta, di Gondowulung, Banguntapan, Bantul.

Tersangka bernama Johanes Ananto Tripawono (53). Dari tangan tersangka polisi menyita satu pucuk senpi jenis Glock 19 berikut pelurunya sebanyak 12 butir.

"Yang bersangkutan tidak bisa menunjukan izin kepemilikan senpi maka kami amankan," kata Kasat Reskrim Polres Bantul, AKP Rudy Prabowo, dalam jumpa pers di Mapolres Bantul, Selasa (12/2/2019).

Rudy mengatakan tersangka ditangkap pada Sabtu 9 Februari 2019 sore. Selain membawa senpi, tersangka juga mengaku merupakan anggota polisi berpangkat inspektur jenderal (Irjen) yang bertugas di Mabes Polri. Tidak hanya itu tersangka juga menunjukan kartu tanda anggota (KTA) polisi, lencana Badan Intelijen Negara (BIN).

Tersangka mengunjungi polsek, polres, hingga markas Brimob dengan dalih tengah menjalankan tugas supervisi. Kemudian ke wilayah Bantul sejak Jumat hingga Sabtu pekan lalu.

Rudy mengaku polisi ragu dengan pengakuan tersangka berangkat Irjen tersebut. Polisi akhirnya menyita sementara surat-surat dan identitas tersangka untuk diidentifikasi.

Hasil pemeriksaan dokumen-dokumen milik tersangka itu palsu, "Kami lakukan pengadangan dan membawa paksa untuk diperiksa di Polres," kata Rudy seperti dilansir dari HarianJogja.

Sejauh ini diakui Rudy, belum ada korban yang merasa tertipu dengan ulah tersangka. Pihaknya masih mendalami siapa pemilik asli senpi tersebut berikut motif tersangka dengan membawa sejumlah dokumen palsu.

Kepala Bagian Operasional Satuan Reserse Kriminal Polres Bantul, Iptu Muji Suharjo menambahkan senpi Glock berikut peluru isi yang dibawa tersangka merupakan senpi asli dan aktif. Jika ditembakkan bisa mematikan. "Itu sangat berbahaya," kata dia.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini