nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Oknum Kades Diduga Aniaya Anggota Pengawas Pemilu

Abimayu, Jurnalis · Sabtu 23 Februari 2019 00:54 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 02 23 340 2021749 oknum-kades-diduga-aniaya-anggota-pengawas-pemilu-pQpHFZH55b.jpg Ilustrasi Penganiayaan (Foto: Okezone)

KERINCI - Seorang oknum Kepala Desa diduga telah melakukan kekerasan kepada seorang pengawas pemilu saat melakukan sosialisasi di kawasan Kecamatan Gunung Tujuh, Kabupaten Kerinci, Jambi.

Menurut informasi yang dihimpun, peristiwa ini terjadi Jumat 22 Februari 2019 sekira pukul 17.00 WIB. Kabarnya, saat itu sedang ada kegiatan sosialisasi masalah TKI, yang dihadiri oleh anggota DPR RI dan caleg (Calon Legeslatif) Kabupaten Kerinci dari Partai Demokrat.

Dikarenakan dihadiri caleg, Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwascam) Gunung Tujuh langsung turun melakukan pengawasan di lokasi acara tersebut.

Tapi kedatangan Panwascam ini ternyata dinilai membuat kades berang, karena menuding pengawas pemilu terlalu ketat melakukan pengawasan.

"Benar, tadi ada keributan di Gunung Tujuh. Oknum kades ngamuk, karena diduga difoto oleh Panwascam saat bagi-bagi Amplop," kata sumber di lapangan yang enggan disebut namanya.

Baca Juga: Diduga Cinta Segitiga, Siti Aniaya Tetangga hingga Babak Belur

Kericuhan

Sementara itu, Ketua Pengawas Pemilu Kecamatan Gunung Tujuh, Hendi Torial, saat dikonfirmasi mengakui adanya dugaan intimidasi dan penganiayaan yang dilakukan oleh salah satu oknum kades.

"Kejadiannya sore tadi. Saat kami melakukan pengawasan acara sosialisasi masalah TKI, yang dihadiri oleh anggota DPR RI, dan salah satu Caleg Partai Demokrat," ungkapnya.

Oknum kades tersebut lanjut Hendi, kalap dan menyeret dirinya dari lokasi acara dan menyuruh pergi.

"Bahkan satu anggota kami ditampar oleh kades. Warga lainnya di lokasi juga ikut melakukan intimidasi," kata Hendi.

Atas peristiwa ini, Hendi Torial mengaku akan menempuh jalur hukum. "Kita akan melapor ke Polres Kerinci, kita bekerja dilindungi oleh undang-undang, sehingga tidak boleh diintimidasi, harus ada tindakan tegas dari pihak keamanan," pungkasnya.

Sementara oknum kades yang diduga melakukan penamparan, sampai saat ini belum berhasil dikonfirmasi.

Baca Juga: Pria Bejat Aniaya Anak Pacar hingga Tewas karena Tak Mau Berhenti Menangis

(edi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini