nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Air Waduk Pacal Bojonegoro Dikeluarkan Akibat Penuh Limpahan Banjir Bandang

Antara, Jurnalis · Jum'at 08 Maret 2019 13:01 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 03 08 519 2027284 air-waduk-pacal-bojonegoro-dikeluarkan-akibat-penuh-limpahan-banjir-bandang-E1Vvqw27YS.jpg Waduk Pacal di Kecamatan Temayang, Bojonegoro, Jawa Timur. (Foto: Bambang Irawan/Ist)

BOJONEGORO – Air Waduk Pacal di Desa Kedungsumber, Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, dikeluarkan sekira 9 meter kubik per detik sejak Sabtu 2 Maret 2019 akibat penuh. Selain itu, dikeluarkannya air Waduk Pacal juga untuk mengamankan bangunan pelimpah (spillway) yang pernah jebol pada 2015.

Bambang Irawan, petugas Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo, di Kota Solo, Jawa Tengah, Jumat (8/3/2019), mengatakan air Waduk Pacal terpaksa dikeluarkan setelah mendapat pasokan air akibat terjadi banjir bandang di wilayah selatan tiga kali.

Banjir bandang yang terjadi di sejumlah desa di Kecamatan Gondang, juga di Kecamatan Temayang, airnya masuk ke Waduk Pacal. Dengan adanya banjir bandang di wilayah selatan yang terjadi selama tiga kali itu, ketinggian air pada papan duga di waduk peninggalan Belanda tersebut naik tajam.

"Sesuai ketentuan ketinggian air pada papan duga di Waduk Pacal maksimal 115 meter. Oleh karena itu, air harus dikeluarkan melalui dua pintu pengeluaran sekitar 9 meter kubik/detik sejak 2 Maret," ucap Bambang di lokasi Waduk Pacal, sebagaimana dikutip dari Antaranews.

(Baca juga: Bendungan di Brazil Jebol, 200 Orang Dikabarkan Hilang)

Ilustrasi banjir di Bojonegoro. (Foto: Okezone)

Saat ini ketinggian air pada papan duga di Waduk Pacal mencapai 116,29 meter dengan kapasitas air tertampung sekira 27 juta meter kubik.

"Tapi akibat air yang masuk ke waduk terus bertambah, maka air melimpas melalui saluran pelimpah sejak 5 Maret. Debitnya saya kurang tahu persis, tapi air yang keluar cukup besar. Pintu pengeluaran ditutup kalau ketinggian air waduk menjadi 115 meter," katanya.

Sampai sekarang air waduk masih melimpas melalui saluran pelimpah, bahkan air yang melimpas di saluran pelimpas mengakibatkan bangunan pelindung abutment/fondasi Jembatan Kedungjati, juga di Desa Kedungsumber, Kecamatan Temayang, menjadi longsor.

(Baca juga: Jokowi Targetkan Pembangunan Bendungan Sukamahi dan Ciawi Rampung 2019)

Meskipun bangunan pelindung fondasi longsor, menurut Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelolaan Jalan dan Jembatan Bojonegoro Agung Teguh Suharto, kondisi Jembatan Kedungjati yang menghubungkan jalan provinsi Bojonegoro-Nganjuk aman dilalui kendaraan.

"Dari hasil pengecekan yang kami lakukan, kondisi jembatan di dekat Waduk Pacal tidak ada masalah. Bangunan yang tergerus air bukan fondasi jembatan, tapi pelindung abutment/fondasi jembatan yang berada di posisi arah Nganjuk," kata alumunus Fakultas Teknik Sipil ITS ini.

Bangunan pelimpah Waduk Pacal yang pernah jebol akibat banjir bandang pada 2015 sudah diperbaiki oleh Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo di Kota Solo, tapi perbaikannya masih bersifat darurat, belum permanen.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini