Minta Maaf, Boeing Akui Kesalahan Sistemnya Sebabkan Dua Kecelakaan Pesawat 737 MAX 8

Rahman Asmardika, Okezone · Jum'at 05 April 2019 10:32 WIB
https: img.okezone.com content 2019 04 05 18 2039340 minta-maaf-boeing-akui-kesalahan-sistemnya-sebabkan-dua-kecelakaan-pesawat-737-max-8-NI6aYmwuHi.jpg Foto: Reuters.

PRODUSEN pesawat terbang Boeing akhirnya mengakui bahwa kerusakan sistem pada jet seri 737 MAX 8 buatannya berkontribusi pada dua kecelakaan udara yang menewaskan ratusan penumpang dan awak pesawat.

CEO Boeing, Dennis Muilenburg mengatakan bahwa "sangat jelas" bahwa sistem manuver MCAS 737 MAX 8 berkontribusi pada kecelakaan pesawat Lion Air JT610 di Indonesia pada Oktober tahun lalu dan jatuhnya Ethiopia Airlines pada Maret. Penyelidik sudah lama mencurigai adanya kerusakan pada sistem Boeing 737 MAX 8 yang berperan dalam kedua kecelakaan tersebut.

Ethiopian Airlines Penerbangan 302 jatuh tak lama setelah lepas landas pada 10 Maret, menewaskan semua 157 orang di dalamnya. Sedangkan pesawat Lion Air JT 610 jatuh ke laut pada 29 Oktober 2018, menewaskan 189 penumpang dan awaknya.

Penyelidik mengatakan ada kesamaan yang jelas antara kedua kecelakaan tersebut.

"Rincian lengkap dari apa yang terjadi dalam dua kecelakaan akan dikeluarkan oleh otoritas pemerintah dalam laporan akhir," kata Muilenburg dalam sebuah video yang di-posting Kamis.

"Jelas bahwa dalam kedua penerbangan itu Sistem Augmentasi Karakteristik Manuver, yang dikenal sebagai MCAS, diaktifkan sebagai tanggapan terhadap sudut informasi serangan yang keliru," lanjutnya sebagaimana dilansir RT, Jumat (5/4/2019).

Sistem MCAS membaca sudut serangan 737 MAX (sudut hidung pesawat) melalui sensor yang dipasang di hidung. Jika hidung melayang terlalu jauh ke atas, sistem itu memanipulasi ekor untuk menjaga level pesawat dan menghindari terjadinya stall. Namun, para penyelidik dan pengungkap fakta Boeing mengklaim bahwa sensor tersebut dapat memberikan pembacaan yang salah, dan sistem dapat memberikan kompensasi yang berlebihan sehingga membuat pesawat menukik dengan kecepatan tinggi.

Pernyataan Muilenberg datang pada hari yang sama penyelidik Ethiopia menetapkan bahwa awak Penerbangan 302 "telah melakukan semua prosedur, berulang kali, disediakan oleh (Boeing), tetapi tidak dapat mengendalikan pesawat."

CNN, mengklaim telah melihat laporan lengkap, dijelaskan bagaimana para pilot melawan sistem MCAS pesawat selama enam menit penerbangan, tetapi tidak mampu menarik hidung pesawat ke atas dan mendapatkan kembali kendali.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini