nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ini Penjelasan Dahnil soal Kasus Ratna Sarumpaet di Persidangan

Muhamad Rizky, Jurnalis · Kamis 11 April 2019 13:26 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 04 11 337 2042004 ini-penjelasan-dahnil-soal-kasus-ratna-sarumpaet-di-persidangan-9wrsOgDpZK.jpg Dahnil Anzar jalani persidangan (Foto: Muhamad Rizky/Okezone)

JAKARTA - Kordinator Juru Bicara (Jubir) Badan Pemenangan Nasional (BPN) Dahnil Anzar Simanjuntak dihadirkan oleh JPU sebagai saksi terhadap terdakwa kasus penyebaran berita bohong atau hoax Ratna Sarumpaet.

Dalam persidangan mantan Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah menjelaskan bahwa mengetahui informasi Ratna pada 1 Oktober 2018 di Kertanegara 4 atau kediaman Prabowo Subianto.

"Waktu itu kita ada pertemuan di Kertanegara semua beberapa anggota BPN di situ disampaikan termasuk pak Prabowo bahwasanya Bu Ratna mengalami penganiayaan kemudian Bu Ratna ingin bertemu dengan pak Prabowo," ucap Dahnil saat bersaksi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (11/4/2019).

Saat itu kata Dia, informasi yang beredar Ratna mengalami penganiayaan didalam mobil dan ditinggalkan di suatu tempat. Mereka yang mendengar informasi itu pun langsung terkejut. Prabowo pun dalam pertemuan itu disampaikan ingin bertemu dengan Ratna.

"Karena sebelumnya kan bu Ratna menerima banyak teror, jadi kemudian tiba-tiba ada berita pemukulan dan saat itu kaget karena ada pak Prabowo ingin melihat kondisi bu Ratna," paparnya.

Ratna Sarumpaet

Baca Juga: Majelis Hakim Kembali Tolak Tahanan Kota Ratna Sarumpaet

Tak hanya terkejut mereka yang mendengar kejadian itu pun marah terlebih Ratna merupakan seorang aktivis HAM dan salah satu anggota BPN atau Jurkamnas.

Kemudian lanjutnya, Dahnil mengetahui bahwa Prabowo menjenguk Bu Ratna di polo, Bogor. Disana banyak media yang menanyakan tentang kejadian Ratna. "Dan saya konfirmasi dan betul beliau dianiaya di dalam mobil oleh beberapa orang dan ditinggalkan. Tim sudah konfirmasi," ungkapnya.

Dahnil juga mengaku sempat melihat foto lebam wajah Ratna namun dirinya tidak berani melihat terlalu lama karena tidak tega melihat itu.

Saat itu Prabowo tidak ada dan berniat menjenguk Ratna namun dirinya tidak mengetahui saat Prabowo menjenguk dan baru berkomunikasi jelang konfrensi pers di Kertanegara untuk menyampaikan sikap BPN terkait penganiayaan yang dialami.

"Besok hari (setelah konfrensi pers Prabowo) saya dapat kabar itu dari mbak Nani, beliau dapat kabar dari bu Ratna. Kita kaget," paparnya.

"Cerita bu Nani ke saya via telepon, bu Ratna ingin konfrensi pres kemudian pertanyaan Bu Ratna saat itu apakah pak Prabowo dan pak Amien pemaaf. Apa isi konpres saya enggak tahu statement itu kami (mempertanyakan) wah ada apa," terangnya.

Dahnil pun belakangan mengetahui dari media bahwa sebab lebam di wajah Ratna bukan karena penganiayaan.

"Kaget kami enggak perkirakan (dia bohong) karena tentu percaya dengan dedikasi beliau terhadap ham keadilan jadi ya terus terang kami kaget," jelasnya.

Setelah mengetahui fakta sebenarnya, BPN berkumpul dan Prabowo memutuskan untuk konfrensi pers untuk menyampaikan bahwa Ratna telah berbohong.

"Kami baru kumpul setelah pak Prabowo memutuskan konpres berikutnya menyampaikan ternyata Bu Ratna itu berbohong," katanya.

(edi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini