nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Militer Dikerahkan Setelah Istana Kepresidenan Argentina Mendapat Ancaman Bom

Rahman Asmardika, Jurnalis · Selasa 14 Mei 2019 09:27 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 05 14 18 2055381 militer-dikerahkan-setelah-istana-kepresidenan-argentina-mendapat-ancaman-bom-ruR5sIn7Rk.jpg Foto: Reuters.

BUENOS AIRES – Polisi federal dan militer Argentina dikerahkan untuk mengamankan istana kepresidenan di Buenos Aires pada Senin setelah sebuah ancaman bom diumumkan saat Presiden Mauricio Macri berada di dalam bangunan tersebut. Ancaman bom itu muncul hanya berselang beberapa jam setelah seorang pria ditangkap karena mencoba memasuki istana dengan membawa senjata api.

Berdasarkan keterangan kantor Sekretaris Jenderal Argentina yang dilansir Reuters, ancaman terhadap Casa Rosada dibuat melalui panggilan telepon. Dalam panggilan tersebut, seseorang mengindikasikan rencana untuk menempatkan bom itu di dalam mobil.

Militer mengaktifkan protokolnya untuk menangani ancaman semacam itu, dan mengirim sebuah tim untuk memeriksa dan mengamankan pintu masuk Casa Rosada, istana presiden dan pusat pemerintahan Argentina. Tidak ada mobil berisi bahan peledak ditemukan, dan bangunan itu tidak dievakuasi.

"Tidak ada kemungkinan bom masuk tanpa dideteksi," kata seorang pejabat dari kantor sekretaris jenderal yang dikutip Reuters, Selasa (14/5/2019).

Media lokal melaporkan bahwa ada ancaman lain yang dibuat terhadap kantor kongres dan tim tanggap dari militer juga hadir di sana. Buenos Aires telah menghadapi ancaman bom palsu sebelumnya, termasuk menjelang pertemuan negara G-20 tahun lalu.

Sebelumnya di hari yang sama, seorang pria yang membawa senjata yang mengaku akan melakukan pertemuan dengan Macri ditangkap ketika mencoba memasuki istana. Petugas keamanan mengatakan Francisco Ariel Muniz, 36 tahun, mencoba memasuki gedung dengan revolver .44 Magnum Taurus di dalam tas kerjanya.

Setelah para petugas mengonfirmasi bahwa dia tidak memiliki jadwal pertemuan dengan Macri, Muniz mencoba untuk meninggalkan tas kerjanya dan ditahan oleh petugas keamanan. Menteri Keamanan Patricia Bullrich mengatakan dalam sebuah tweet bahwa pistol itu tidak diisi peluru.

Pekan lalu sebuah serangan di luar Kongres Argentina menyebabkan kematian seorang anggota parlemen senior dan seorang ajudannya. Pejabat lokal dan media telah menunjukkan motif di balik penembakan "gaya mafia" itu bersifat pribadi daripada politik.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini