LYON - Polisi Prancis menangkap empat orang pada Senin (27/5/2019) terkait ledakan bom di Lyon pada pekan lalu yang melukai 13 orang.
Penangkapan berlangsung di sebuah gedung di pinggiran Oullins di selatan kota, beberapa jam setelah penangkapan tersangka pelaku bom, seorang mahasiswa IT Aljazair berusia 24 tahun.
Wali Kota Lyon Gerard Collomb mengatakan tersangka sebelumnya tidak diketahui polisi.
Pemuda itu ditangkap ketika ia turun dari bus. Saudara perempuan pria itu juga telah diinterogasi tetapi dia belum ditangkap.
Polisi telah mencari seorang pria yang terlihat bersepeda di dekat lokasi ledakan mengenakan atasan hijau dan celana pendek Bermuda dan membawa ransel berwarna gelap.
Dia diburu polisi ketika sebuah alat peledak yang diisi dengan sekrup dan bantalan bola diletakkan di depan sebuah toko roti.

Polisi mengedarkan foto-foto tersangka di Twitter, dengan harapan mereka mendapatkan informasi dari warganet.
Korban terkena pecahan peluru
Sumber yang dekat dengan penyelidikan mengatakan peledak itu kemungkinan besar adalah aseton peroksida, atau APEX, senyawa yang mudah menguap yang digunakan dalam serangan teror Paris yang mematikan pada 13 November 2015.
Penyelidik menemukan sekrup kecil, bantalan bola dan baterai bersama dengan papan sirkuit tercetak dan perangkat pemicu yang dikendalikan dari jarak jauh.
Tiga belas orang terluka dalam ledakan itu—delapan wanita, empat pria dan seorang gadis berusia 10 tahun—di antaranya 11 memerlukan perawatan di rumah sakit.
(Rachmat Fahzry)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.